JAKARTA – Kisahnya bermula ketika dua pria ambisius, Evry Joe dan Gunawan, nekat terjun ke bisnis perfilman. Tergiur cuan besar yang seolah tinggal diraih berkat kemudahan promosi di media sosial, keduanya menjual mobil-mobil premium hasil jerih payah mereka demi modal produksi.
Setelah mengamati berbagai nama kreator ternama, keduanya menjatuhkan pilihan pada Soultan Saladin sebagai sutradara proyek perdana mereka. Mengikuti tren pasar, genre horror dipilih sebagai jalur cepat meraih penonton. Namun ada satu strategi unik: mereka ingin memperluas pasar film horor ke kalangan menengah atas dengan menggabungkan unsur hantu dan pendekatan ilmiah—sebuah konsep yang diharapkan mampu memancing perdebatan dan menarik atensi intelektual.
Namun harapan tak semudah kenyataan. Selera penonton sulit ditebak, sementara para kreator kerepotan mengikuti permintaan investor yang dianggap “nyeleneh”. Alhasil, proses produksi tersendat. Ketegangan meningkat, hingga dua investor pemula itu justru berseteru dan hampir adu fisik karena kebutuhan keluarga yang semakin mendesak sementara proyek tak kunjung jelas.
Bagaimana kisah kacau-balaunya berakhir? Semua akan terjawab dalam episode “Untung Ada Pengacara” yang tayang di kanal YouTube (Tayub) Menuju Bintang mulai tayang Rabu, 19 November 2025 pukul 12.30 WIB.
Episode ini juga semakin meriah dengan hadirnya sejumlah figur publik, di antaranya Yanti Yaseer, pengacara Edy Triyono Sumartadi SH., MH., serta pasangan pengusaha **Herwidian Halim dan I Rita Sahara.
Sutradara Rizal Siregar mengatakan, cerita ini terinspirasi dari fenomena maraknya investor pemula yang ingin cepat masuk ke dunia kreatif. “Banyak yang sukses, tapi tak sedikit juga yang gagal karena kurang pengalaman dan menganggap membuat karya kreatif itu mudah,” ujarnya.
Para pemain yang terlibat dalam episode ini antara lain Soultan Saladin, Evry Joe, Gunawan Tarigan, Yanti Yaseer, Edy Triyono Sumartadi SH., MH., Herwidian Halim, dan Ai Rita Sahara.
Penulis : guntar
Editor : ameri












