Tak Banyak Yang Tahu, Ende Tempat Lahirnya Ide Pancasila, Inilah Ceritanya

- Penulis

Kamis, 1 Juni 2023 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bung Karno saat di tempat pengasingan oleh Penjajah Belanda. (ist)

Bung Karno saat di tempat pengasingan oleh Penjajah Belanda. (ist)

RENTAK.ID, JAKARTA – Ende adalah tempat bersejarah yang sangat penting bagi pembentukkan ideologi bangsa Indonesia. Sejarah ini banyak yang tidak tahu. Karena di Ende inilah Putra Sang Fajar, Bung Karno dibuang oleh penjajah Belanda.

“Ende adalah tempat digalinya dan dikristalkannya Pancasila, dasar negeri kita ini, oleh Bung Karno,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila, di Bumi Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (1/6/2023).

Menko Polhukam mengatakan, Bung Karno di Ende mempertemukan ide-ide dunia yang sangat luas dengan ide-ide lokal pedesaan, dalam satu ramuan Pancasila.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Joe Nae Soi, Sesmenko Polhukam, Dirjen IKP Kemenkominfo, Forkopimda dan ratusan masyarakat Ende yang antusias mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat.

Menko menyampaikan, bahwa Ende sebagai Heritage atau warisan dari Bung Karno dan tempat ditemukannya ide yang spektakuler, tempat penuh sejarah, maka perlu ditegaskan kembali agar dunia tahu kalau inilah tempatnya.

Untuk itu ada usul yang akan ia bawa ke Jakarta untuk diajukan ke pemerintah pusat, untuk membangun museum Bung Karno sekaligus diorama di Ende.

Mahfud yang juga mantan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menjelaskan, sejarah telah membuktikan dengan berpegang teguh pada Pancasila dan dengan goting royong bangsa Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan di masa lalu. Begitupun di masa yang akan datang.

“Semangat ini perlu kita tingkatkan dan laksanakan. Mari kita letakkan kepentingan pribadi untuk kepentingan institusi, kepentingan bersama. Mari kita hormati perbedaan dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Mahfud. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru