Topik OKI

Keluarga yang mengungsi dari El Fasher, ibu kota Darfur Utara, mencari perlindungan di Tawila (foto. united nations)

Internasional

Sukamta Serukan Gencatan Senjata di Sudan: “Tragedi Kemanusiaan Harus Segera Dihentikan”

Internasional | Selasa, 4 November 2025 - 07:56 WIB

Selasa, 4 November 2025 - 07:56 WIB

“Gambaran situasinya tampak semakin buruk karena aksi pembunuhan massal yang keji. Ini mengingatkan pada peristiwa genosida yang dulu menyasar beberapa etnis di wilayah Darfur pada 2003 hingga 2016,” ujar Sukamta di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Sukamta (dok.pribadi)

Internasional

Sukamta Kecam Israel Cegat Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotila ke Gaza

Internasional | Rabu, 8 Oktober 2025 - 07:13 WIB

Rabu, 8 Oktober 2025 - 07:13 WIB

“Misi Global Sumud Flotila adalah misi kemanusiaan, wujud solidaritas masyarakat dunia untuk membantu warga Gaza yang tengah mengalami genosida dan kondisi kemanusiaan yang sangat buruk. Selama hampir dua tahun, mereka hidup tanpa makanan, minuman, dan tempat tinggal,” kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu  (8/10/2025).

Dubes RI untuk Rumania merangkap Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, bersama para Duta Besar negara anggota OKI di Rumania menggelar aksi solidaritas untuk Palestina. (dok. rentak.id)

Internasional

Dubes RI Pimpin Aksi Solidaritas Palestina di Bucharest, Rumania

Internasional | Sabtu, 13 September 2025 - 09:40 WIB

Sabtu, 13 September 2025 - 09:40 WIB

“Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersikap aktif menghentikan tindakan-tindakan Israel dan menciptakan perdamaian di Timur Tengah,” tegas Meidyatama dalam keterangannya dikutip, Sabtu (13/9/2025).

Sukamta (dok.pribadi)

Internasional

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Kecam Serangan Israel ke Doha, Desak Pemerintah Indonesia Ambil Sikap Tegas

Internasional | Rabu, 10 September 2025 - 14:57 WIB

Rabu, 10 September 2025 - 14:57 WIB

“Serangan Israel terhadap Doha adalah bentuk agresi militer yang tidak dapat dibenarkan dan jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. Tindakan ini berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk dan mengganggu upaya perdamaian di Timur Tengah,” tegas Sukamta, Rabu (10/9/2025).