Sukamta: Konflik Bersenjata Thailand–Kamboja Ancam Stabilitas ASEAN

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang Kamboja dan Thailand terus berlanjut. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

Perang Kamboja dan Thailand terus berlanjut. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengingatkan bahwa meningkatnya pertikaian bersenjata antara Thailand dan Kamboja di sekitar kuil suci Preah Vihear dapat melemahkan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

“Tentu kita harapkan tidak ada eskalasi konflik dan kedua belah pihak bisa segera melaksanakan gencatan senjata. Meski konflik perbatasan ini sudah berulang terjadi, selama ini de-eskalasi dan perdamaian bisa cepat dilakukan. Saya optimistis proses perdamaian kali ini juga dapat segera diwujudkan. Baik Thailand maupun Kamboja tentu tidak ingin ada korban jiwa bertambah atau sektor ekonomi mereka terpukul akibat perang,” ujar Sukamta, Sabtu (26/7/2025).

Politisi PKS itu menyebut Indonesia tidak akan terdampak langsung karena tidak berbatasan dengan kedua negara. Namun, ia mengingatkan potensi kerentanan jika konflik meluas.

“Bisa saja muncul gelombang pengungsi atau perdagangan senjata melalui negara ketiga. Yang lebih saya khawatirkan adalah gangguan terhadap stabilitas kawasan ASEAN. Dalam situasi global yang rentan konflik dan penuh tekanan ekonomi, kerja sama kawasan regional harus semakin dikuatkan,” tegasnya.

Sukamta menilai ASEAN sebagai kawasan strategis dengan potensi ekonomi dan sumber daya alam yang besar, sehingga rentan menjadi ajang konflik proxy jika hubungan antarnegara melemah.

Ia mendorong pemerintah Indonesia bersikap proaktif untuk menjembatani perdamaian antara Thailand dan Kamboja, baik melalui jalur diplomatik maupun mekanisme ASEAN.

“Hubungan baik Indonesia dengan kedua negara dapat dimanfaatkan untuk memediasi perdamaian. Jika diperlukan, Indonesia juga bisa mendorong adanya pertemuan tingkat ASEAN untuk membahas secara khusus konflik Thailand–Kamboja ini,” pungkas Sukamta.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru