Sukamta : Anggota DPR RI Sarankan Relokasi Warga Israel ke AS Demi Akhiri Konflik Berkepanjangan

- Penulis

Senin, 20 Januari 2025 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Suka Cita Terlihat dari Warga Negara Palestina Sesaat Gencatan Senjata Diberlakukan. (Ist)

Suasana Suka Cita Terlihat dari Warga Negara Palestina Sesaat Gencatan Senjata Diberlakukan. (Ist)

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengusulkan langkah kontroversial untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Ia menyarankan relokasi warga Israel ke Amerika Serikat sebagai solusi damai pasca perang Israel-Hamas yang memanas sejak Oktober 2023.

“Kami mengusulkan agar Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, menerima warga Israel yang puluhan tahun telah menciptakan penjajahan di Palestina. Relokasi ini akan menjadi langkah konkret untuk menghentikan konflik yang telah melukai banyak pihak,” ujar Sukamta dalam keterangan resminya.

Usulan ini didasarkan pada data Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel yang mencatat sekitar 550.000 warga Israel meninggalkan negaranya selama enam bulan pertama perang. Kondisi ini, menurut Sukamta, menunjukkan perlunya langkah strategis untuk mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Amerika Serikat punya tanggung jawab moral. Sebagai negara yang selalu mendukung Israel, mereka harus turut berkontribusi dalam menyelesaikan krisis ini. Relokasi warga Israel ke wilayah mereka bisa menjadi solusi yang adil untuk Palestina,” tambahnya dengan nada tegas.

Sukamta juga menyerukan agar dunia internasional bersatu mendukung perdamaian dan keadilan di Palestina.

“Kita harus bersama-sama menghentikan kekerasan ini. Hak asasi manusia harus ditegakkan, dan kemerdekaan Palestina menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi,” pungkasnya.

Pernyataan ini menuai beragam reaksi, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional, yang menilai usulan tersebut sebagai langkah radikal untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. (***)

Berita Terkait

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!
Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya
IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat
Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja
Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan
Ratusan Anak Muda Padati Sekolah Partai PDIP, Komarudin Watubun Tekankan 3 Pilar Ini
Gerindra Soroti Kinerja Kabinet Prabowo, 42 Menteri dan Wamen Dinilai Belum Optimal
Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Anhar Gonggong: 100 Profesor Surati Prabowo, Minta Gibran Mundur!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Menko Polkam Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemda Pulihkan Keamanan Papua Barat Daya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:13 WIB

IBSW Nilai Kiprah Dasco Responsif Selesaikan Persoalan Rakyat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Survei IPO Ungkap Tiga Pekerjaan Rumah Pemerintah: Harga Pangan, Korupsi, dan Lapangan Kerja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan

Berita Terbaru