Serangan Iran-Israel, Bhima Yudhistira CELIOS: Ekonomi Indonesia Dapat Terpengaruh

- Penulis

Rabu, 17 April 2024 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bhima Yudhistira Direktur Celios Center of Economic and Law Studies. (Dok. Pribadi)

Bhima Yudhistira Direktur Celios Center of Economic and Law Studies. (Dok. Pribadi)

RENTAKD.ID – irektur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyoroti dampak serius yang ditimbulkan oleh serangan Iran terhadap Israel terhadap ekonomi Indonesia. Dalam sebuah pernyataan, Bhima menjelaskan lima konsekuensi ekonomi yang mungkin terjadi sebagai akibat dari konflik tersebut.

“Pertama, kita akan melihat lonjakan harga minyak mentah mencapai 85,6 dolar AS per barel, meningkat 4,4% year on year. Sebagai negara produsen minyak terbesar ketujuh di dunia, gangguan dalam produksi dan distribusi minyak dari Iran dapat mempengaruhi pasar global,” ungkap Bhima pada hari Rabu (17/4/2924).

Bhima menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak tersebut akan berdampak pada subsidi energi yang lebih tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah.

“Kedua, kita akan menyaksikan aliran investasi asing meninggalkan negara-negara berkembang karena meningkatnya risiko geopolitik,” tambahnya.

Investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas dan dolar AS, yang berpotensi menyebabkan pelemahan rupiah hingga mencapai 17.000 per dolar.

“Ketiga, kinerja ekspor Indonesia ke Timur Tengah, Afrika, dan Eropa akan terganggu, mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,6-4,8% tahun ini,” lanjutnya.

Bhima juga memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menimbulkan tekanan inflasi karena kenaikan harga energi, yang pada gilirannya dapat menekan daya beli masyarakat.

“Ketidakstabilan dalam rantai pasok global akibat konflik dapat mengharuskan produsen mencari bahan baku dari sumber alternatif, yang berpotensi meningkatkan biaya produksi yang kemudian akan diteruskan kepada konsumen,” jelasnya.

Terakhir, Bhima menyoroti kemungkinan suku bunga yang tinggi akan bertahan lebih lama, bahkan ada risiko peningkatan suku bunga.

“Bagi masyarakat yang berencana untuk membeli kendaraan bermotor atau rumah melalui skema kredit, mereka perlu mempersiapkan diri untuk bunga yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pernyataan Bhima ini menyoroti ketidakpastian ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia sebagai akibat dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru