BANDUNG – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat II di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Berdiri di kawasan dataran tinggi dengan udara yang sejuk, sekolah ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan modern yang menghadirkan lingkungan belajar nyaman, aman, dan didukung fasilitas berstandar internasional.
Proyek yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah tersebut tidak hanya menghadirkan bangunan pendidikan yang representatif, tetapi juga dirancang untuk menciptakan kawasan belajar yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi nyata Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat serta mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Dody, dikutip, Jumat (10/7/2026)
Selain menawarkan lingkungan belajar yang nyaman, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung juga memiliki lokasi yang strategis. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengatakan kawasan sekolah mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
“Dari sisi aksesibilitas, lokasinya cukup dekat dengan Gerbang Tol Soreang, hanya sekitar 10 menit perjalanan. Selain itu, sekolah ini juga berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Suhu di kawasan ini relatif sejuk sehingga sangat mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar,” kata Tomi.
Tak hanya memperhatikan aspek kenyamanan, Kementerian PU juga memastikan kawasan sekolah memiliki sistem mitigasi terhadap potensi banjir. Mengingat wilayah Soreang memiliki curah hujan yang cukup tinggi, pembangunan dilengkapi sistem drainase terpadu serta tiga kolam retensi sebagai pengendali limpasan air.
“Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung adalah pembangunan tiga kolam retensi di dalam kawasan. Infrastruktur ini berfungsi mengendalikan banjir saat curah hujan tinggi sehingga air dari sistem drainase tidak meluap ke permukiman warga di sekitar sekolah,” jelas Tomi.
Ketiga kolam retensi tersebut masing-masing memiliki luas sekitar 620 meter persegi, 710 meter persegi, dan 240 meter persegi, dengan kapasitas tampung mencapai 1.550 meter kubik, 1.775 meter kubik, serta 600 meter kubik. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari konsep pembangunan kawasan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Agar proyek selesai sesuai target sebelum dimulainya tahun ajaran baru, Kementerian PU menerapkan berbagai strategi percepatan pekerjaan di lapangan.
“Strategi percepatan yang kami lakukan antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja serta membagi pekerjaan ke dalam tiga shift. Aktivitas konstruksi berlangsung dari pagi hingga malam, kemudian dilanjutkan oleh shift berikutnya sampai pagi hari sehingga pekerjaan berjalan tanpa henti,” ungkap Tomi.
Selain itu, pihaknya juga melakukan inovasi pada tahap penyelesaian bangunan untuk mempercepat progres konstruksi.
“Kami juga menerapkan inovasi pada pekerjaan finishing dengan mengganti metode plester dan aci menjadi sistem stick on wall menggunakan material UPVC pada beberapa bangunan yang diprioritaskan. Di sisi lain, kami memastikan seluruh material dan peralatan konstruksi tersedia tepat waktu agar penyelesaian proyek sesuai target,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan mencapai 26.876,43 meter persegi. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp264,7 miliar, dengan progres pembangunan yang kini telah menyentuh 84,8 persen.
Kawasan pendidikan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dapur, kantin, lapangan olahraga, hingga berbagai fasilitas lainnya yang dirancang untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang modern dan berkualitas.
Penulis : dafri jh
Editor : Ami






