Sadis! PMI di UEA Disiksa dan Tak Digaji, Akhirnya Berhasil Diselamatkan!

- Penulis

Selasa, 4 Maret 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI yang disiksa dan tak dibayar majikan (ilust.chatgpt)

PMI yang disiksa dan tak dibayar majikan (ilust.chatgpt)

JAKARTA – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial I yang menjadi korban eksploitasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

JAKARTA – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial I yang menjadi korban eksploitasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Kabar ini pertama kali diterima oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten setelah mendapatkan aduan dari keluarga korban.

“PMI tidak digaji oleh majikan selama bekerja dan mengalami siksaan,” tulis BP3MI Banten dalam laporan yang diterima pada Selasa (4/3/2025).

Menindaklanjuti laporan tersebut, BP3MI Banten segera berkoordinasi dengan perusahaan penempatan pekerja migran untuk memfasilitasi kepulangan korban.

Pada Selasa, 4 Maret 2025, korban akhirnya diterbangkan ke Indonesia menggunakan maskapai Royal Brunei Airlines BI737.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, korban dijemput oleh keluarganya di Lounge Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

“Kasus ini telah ditindaklanjuti oleh TRC Banten, dan korban berhasil dipulangkan pada Selasa, 4 Maret 2025,” ungkap BP3MI Banten dalam keterangannya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat agar mengikuti prosedur resmi jika ingin bekerja di luar negeri.

Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku akan memudahkan pemerintah dalam memberikan perlindungan.

“Kami meminta seluruh warga yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi, sehingga negara dapat memberikan perlindungan secara maksimal,” tegas Menteri Karding.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru