Rapat “Panas” DPRD Kudus: Polemik Dancesport Berujung Desakan Copot Ketua KONI

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan atlet dancesport dalam ajang KONI Award di Pendapa Kudus yang viral. (foto. ist)

Penampilan atlet dancesport dalam ajang KONI Award di Pendapa Kudus yang viral. (foto. ist)

KUDUS – Suasana Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus, Senin (5/1/2026), berubah tegang.

Rapat koordinasi Komisi D DPRD Kudus bersama Disdikpora dan KONI Kudus berlangsung alot, bahkan memanas, menyusul polemik penampilan atlet dancesport dalam ajang KONI Award di Pendapa Kudus yang viral dan menuai kontroversi luas di tengah masyarakat.

Bagi sebagian warga Kudus yang dikenal sebagai Kota Santri, Pendapa Kudus bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol nilai, sejarah, dan kesakralan. Karena itu, ketika penampilan dancesport dinilai terlalu vulgar dan tidak sesuai etika tampil di ruang tersebut, gelombang kritik pun tak terbendung.

Rapat yang digelar sebagai respons atas keresahan publik ini menjadi panggung penyampaian suara-suara keras. Sejumlah perwakilan pendemo yang hadir bahkan melontarkan tuntutan reformasi kepengurusan KONI Kudus, hingga desakan agar Ketua KONI Kudus dicopot dari jabatannya.

Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, menegaskan bahwa setiap kegiatan di Pendapa Kudus harus mempertimbangkan nilai kesopanan dan kearifan lokal.

“Pendapa itu tempat sakral. Tidak semua bentuk pertunjukan cocok ditampilkan di sana,” ujarnya tegas.

Nada serupa disampaikan Ali Ihsan, anggota Komisi D DPRD Kudus. Ia menekankan bahwa DPRD tidak mempermasalahkan cabang olahraga dancesport maupun IODI. Namun, pemilihan lokasi dinilai keliru.

“Kami tidak mempersoalkan cabornya. Yang jadi soal itu tempatnya. Kenapa tidak di arena olahraga?” katanya.

Dari sisi pendemo, Soleh Isman dari Pengkab Voli Pantai menyuarakan kekecewaan yang lebih dalam. Ia menilai polemik ini mencerminkan lemahnya komunikasi dan koordinasi internal KONI Kudus. Bahkan, ia menyinggung minimnya komitmen kepengurusan terhadap Pengkab cabang olahraga, termasuk soal penganggaran.

“Ini bukan hanya soal tarian, tapi soal tata kelola organisasi,” ungkapnya.

Namun, tidak semua peserta rapat sepakat dengan tuntutan reformasi. Lukman, perwakilan Pengkab Atletik, menilai desakan tersebut terlalu jauh jika hanya dipicu satu penampilan. Ia meminta semua pihak melihat dancesport dari perspektif olahraga.

“Dari sudut agama mungkin dianggap tidak pantas, tapi ini olahraga. Kostum disesuaikan dengan kebutuhan atlet, apalagi mereka akan tampil di pra Porprov,” jelasnya.

Di tengah panasnya perdebatan, Ketua KONI Kudus, Sulistyanto, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Kudus. Ia mengakui adanya kekhilafan dan berjanji menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi serius.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Kudus. Ini menjadi koreksi besar bagi kami agar lebih berhati-hati menentukan tempat dan konsep acara ke depan,” ujarnya.

Rapat ditutup dengan penegasan dari Ngatman, anggota Komisi D DPRD Kudus. Ia menyimpulkan bahwa polemik ini harus menjadi momentum introspeksi bersama. KONI Kudus diminta segera menggelar rapat internal, menyinkronkan kepengurusan dengan Pengkab cabor, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD.

Terkait desakan pencopotan Ketua KONI, Ngatman menegaskan hal itu berada di ranah KONI Provinsi Jawa Tengah.

“Yang terpenting sekarang adalah pengakuan kesalahan, menerima kritik, dan melakukan perbaikan nyata,” pungkasnya.

Di tengah hiruk-pikuk polemik, satu pesan mengemuka: olahraga harus menjunjung prestasi, tetapi juga selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup di masyarakat.

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Dilatih di China Sebulan, Asael Christo Siap Harumkan Indonesia di Youth Olympic Games 2026
Indonesia Borong 15 Medali di Asian Para Games 2026, 3 Atlet Pecahkan Rekor
Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga
Ni Nengah Widiasih Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Persembahkan untuk Mendiang Ibu
Erick Thohir Hidupkan Harapan Sepak Bola Wanita, Target Indonesia Tembus Piala Dunia
Prabowo Temui Presiden FIFA Gianni Infantino, Ini yang Dibahas soal Sepak Bola Indonesia
Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026: Modal 9-2, Mitchell Baker Jadi Andalan Garuda
Fadona-Fitriani Raih Perak Asian Games 2026, Kalah di Final tapi Siap Balas di Turnamen Berikutnya

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Dilatih di China Sebulan, Asael Christo Siap Harumkan Indonesia di Youth Olympic Games 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Indonesia Borong 15 Medali di Asian Para Games 2026, 3 Atlet Pecahkan Rekor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Muhammad Fadli Pecahkan Rekor Asian Para Games 2026, Indonesia Tambah Emas Ketiga

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ni Nengah Widiasih Raih Perunggu Asian Para Games 2026, Persembahkan untuk Mendiang Ibu

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Erick Thohir Hidupkan Harapan Sepak Bola Wanita, Target Indonesia Tembus Piala Dunia

Berita Terbaru