Puluhan Mahasiswa Anti Korupsi Kembali Geruduk Baznas dan Pemkot Bekasi

RENTAK.ID, BEKASI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Anti korupsi (MAKO) kembali menggelar aksi didepan Gedung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang berlokasi Aula Muzdalifah Lt. 2 Islamic Center, Jl. KH. Noer Ali.

Tidak berselang lama para demonstran tersebut berpindah kedepan gedung Pemerintah Kota Bekasi bekasi yang berada di Jl. Ahmad Yani No. 1, Kel. Margajaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2023).

Bacaan Lainnya

Aksi demonstrasi Mahasiswa yang tergabung dalam MAKO ini merupakan bentuk aksi lanjutan dan aksi kekecewaan terhadap kinerja baznas kota bekasi yang diduga melakukan tindak pidana kasus korupsi pada dana Rutilahu, dana Bantuan Modal Usaha sampai dugaan Gratifikasi yang dilakukan oleh Ketua Baznas Kota kota Bekasi kepada tersangka kasus korupsi Walikota nonaktif Rahmat Effendi.

Dalam Orsinya beberapa mahasiswa mempertegas dan menjelaskan, ini menjadi kesekian ribu kalinya kami menyampaikan aspirasi didepan gedung Pemerintah Kota Bekasi terkait kasus dugaan kasus korupsi yang ada di tubuh Baznas Kota Bekasi.

“Adanya kejanggalan lain yaitu Program Baznas yaitu RUTILAHU. Pasalnya setelah disurvey dan menunggu untuk program Rutilahu Baznas Kota Bekasi senilai Rp 17 Juta perrumah, harapan itu sirna jadi kekecewaan. Uang yang diberikan oleh Petugas Baznas Kota Bekasi hanya sebesar Rp 5 juta,” tegas Ahmad Sabili Azhari selaku Koordinator Lapangan.

Lalu demonstran lainnya menyampaikan bahwa “Kebobrokan yang tak luput dari perhatian public kota Bekasi yaitu pemotongan Anggaran yang berasal dari Program modal usaha dari BAZNAS Kota Bekasi yaitu dengan besaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta rupiah namunya faktanya di masyarkat berbanding terbalik, sebab masyarakat hanya menerimah dengan besaran Rp 500 ribu rupiah saja hal demikian tidak patut dibiarkan karena perbuatan tersebut sudah melawan hukum seperti yang di atur UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” teriak Wawan Bahri dalam orasinya.

Pihak Pemerintah Kota Bekasi pun menghampiri para demontran yang diwakili oleh Bpk. Muchlis sebagai Humas Pemkot Bekasi dan Ibu Soibah bagian Kesos Pemerintahan Kota Bekasi. Para demontran pun berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan dari pihak Pemerintah Kota Bekasi tersebut.

“Harus Bapak Ibu ketahui bahwa Lembaga Baznas merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh Pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi
menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan sedekah pada tingkat nasional. Kenapa kita menyampaikan kepada pihak Pemerintah Kota Bekasi karena kita berlandaskan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran Baznas
sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dengan demikian, BAZNAS
bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam,
amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas,” ucap Jendral Lapangan, Dicky Armanda.

Dicky Armanda menjelaskan, ini menjadi kesekian ribu kalinya kami sampaikan mulai dari kami demo depan Baznas Kota Bekasi, Kejari Kota Bekasi, Pemkot Bekasi sampai ke Baznas RI dan kami tidak lelah untuk menyampaikan kebenaran dan menegakkan keadilan.

“Jangan sampai memunculkan opini di masyarakat bahwasannya Pemerintah Kota Bekasi terhadap kinerjanya yang berperan selain mengelola daerah tapi juga memberantas kasus korupsi di Kota Bekasi tapi tidak selesai dalam mengevaluasi membersihkan korupsi di Baznas Kota bekasi. Apa karena ketua baznas kota bekasi dulunya teman dekat sang koruptor rahmat effendi makannya sampai hari ini belum di tindak lanjut? Kami mulai gerakan ini sudah 6 bulan lebih tapi belum ada tindak lanjut dari pemerintah kota bekasi maupun pihak kejari. Apa jangan² ada main mata?,” tegas Dicky.

“Baik terimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang selalu semangat dan konsisten dalam menyampaikan kebenaran. Akan saya sampaikan sesuai dengan regulasi yang ada mulai kepada sekda dan ke pak PLT karena beliau sedang berada di luar Kota,” tanggapan Ibu Soibah Bagian Kesos Pemkot Bekasi.

Para Mahasiswa berharap agar ini menjadi ucapan trakhir dari perwakilan pemkot dan segera langsung menindak lanjuti problematika yang terjadi di tubuh baznas kota bekasi. Sesuai UU No. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, kami Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (MAKO) menuntut :

  1. Mendesak PLT WaliKota Bekasi untuk segera me resufle ketua Baznas Kota Bekasi karena diduga kuat melakukan tindakan pidana korupsi di Baznas Kota Bekasi.
  2. Mendesak PLT WaliKota Bekasi untuk segera menyelesaikan dan menangkap seluruh oknum yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi pada tubuh Baznas Kota Bekasi.
  3. Apabila point tersebut tidak dapat dilakukan, maka kami mendesak PLT WaliKota Bekasi untuk mundur dari jabatannya karena telah membiarkan maling-maling berkeliaran di Baznas Kota Bekasi. (yudi)

Pos terkait