Mendiktisaintek Brian Yuliarto Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia-Kanada, Dorong Program Sekolah Garuda

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kanada, Muhsin Syihab (foto. kemendiksiantek)

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kanada, Muhsin Syihab (foto. kemendiksiantek)

JAKARTA –  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (30/6/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Kanada.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyoroti sejumlah agenda penting, mulai dari pengembangan talenta, mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, hingga perluasan kemitraan antarkampus di kedua negara.

Menteri Brian mengatakan Kanada menjadi salah satu negara tujuan Program Sekolah Garuda. Karena itu, pemerintah berharap semakin banyak perguruan tinggi di Kanada yang dapat mendukung mahasiswa Indonesia, mulai dari proses penerimaan hingga pendampingan selama menjalani perkuliahan.

“Kanada termasuk salah satu negara tujuan Program Sekolah Garuda. Kita berharap perguruan tinggi di Kanada dapat mendukung Indonesia melalui proses penerimaan mahasiswa hingga mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan,” ujar Brian.

Selain membahas Program Sekolah Garuda, pertemuan juga menyinggung perkembangan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Kanada, termasuk penyelesaian nota kesepahaman (MoU) antara Kemdiktisaintek dengan Kementerian Post-Secondary Education and Future Skills Provinsi British Columbia.

Kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang memperluas kolaborasi antarkampus melalui program pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan program akademik bersama, serta riset kolaboratif pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Hubungan pendidikan tinggi Indonesia dan Kanada sendiri terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2025, tercatat sebanyak 108 perjanjian kerja sama aktif antara perguruan tinggi di kedua negara. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, pengembangan program akademik bersama, hingga penyelenggaraan seminar ilmiah.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menjelaskan bahwa sistem pendidikan tinggi Kanada yang dikelola oleh pemerintah provinsi membuka peluang kerja sama yang semakin luas dengan Indonesia.

Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa akan terus memfasilitasi berbagai inisiatif guna mempererat hubungan antarperguruan tinggi di kedua negara.

“Kami akan mencoba mendorong supaya ada yang konkret nantinya hubungan kedua pihak ini,” kata Muhsin.

Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup penyelenggaraan Beasiswa Indonesia Maju dan Beasiswa Garuda bagi mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Kanada. Fokus pembahasan meliputi penguatan pembekalan sebelum keberangkatan, kesiapan akademik, orientasi budaya, hingga koordinasi antara Kemdiktisaintek dan Perwakilan RI di Kanada agar proses studi mahasiswa berjalan lebih optimal.

Selain memperkuat pendampingan mahasiswa, kedua pihak juga menjajaki peluang peningkatan dukungan beasiswa dari pemerintah maupun perguruan tinggi di Kanada guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia.

Melalui pertemuan ini, Kemdiktisaintek dan KBRI Ottawa berharap komunikasi serta koordinasi dalam menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama dapat semakin erat. Langkah tersebut diharapkan mendukung semangat Diktisaintek Berdampak dalam memperluas kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan pengembangan talenta Indonesia.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru