JEPARA – Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai daerah.
Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan pendidikan terpadu berada di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan kesiapan proyek tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun langsung meninjau lahan yang akan digunakan.
Lahan seluas lebih dari 12 hektare itu dipersiapkan sebagai pusat layanan pendidikan terpadu yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas belajar yang modern dan terintegrasi.
Kunjungan Abdul Mu’ti menjadi bagian dari percepatan pembangunan SNT sekaligus memastikan seluruh proses perencanaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Peninjauan lapangan dilakukan agar setiap tahapan pembangunan didasarkan pada kondisi riil di lokasi.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah tidak ingin pembangunan SNT hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga memastikan sekolah yang dibangun benar-benar siap memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap lokasi yang dipilih benar-benar siap untuk dikembangkan. SNT harus dibangun di atas perencanaan yang matang, memiliki kepastian hukum, didukung infrastruktur yang memadai, dan mampu menjadi pusat layanan pendidikan yang berkualitas,” Abdul Mu’ti di Jepara, Jawa Tengah.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya meninjau langsung lokasi ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan.
“Sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah terlebih dahulu melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap lokasi yang diusulkan. Pemeriksaan tersebut meliputi legalitas lahan, kesesuaian tata ruang, kondisi fisik kawasan, aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur dasar, hingga kesiapan pengembangan kawasan pendidikan.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilaksanakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jawa Tengah pada 26–28 Juli 2026, lokasi di Pakis Aji dinilai layak untuk dikembangkan menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi.
Lahan yang tersedia memiliki luas sekitar 12,30 hektare dengan area efektif pembangunan mencapai 9,95 hektare. Topografi kawasan yang relatif datar juga menjadi nilai tambah karena hanya membutuhkan pekerjaan pematangan lahan dalam skala terbatas.
Dari aspek tata ruang, lokasi tersebut telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari Pemerintah Kabupaten Jepara.
Akses menuju kawasan juga dinilai memadai untuk mendukung mobilisasi selama proses konstruksi maupun aktivitas operasional sekolah setelah pembangunan selesai.
Selain itu, jaringan listrik telah tersedia di sekitar lokasi. Sementara kebutuhan air bersih serta penyelesaian dokumen lingkungan akan menjadi bagian dari tahapan perencanaan lanjutan sebelum proyek memasuki fase konstruksi.
Pemerintah berharap proses verifikasi yang dilakukan secara menyeluruh mampu memastikan pembangunan SNT berlangsung tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi di Jepara diharapkan menjadi penguat ekosistem pendidikan nasional sekaligus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, terpadu, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
Penulis : lazir
Editor : ameri






