Lima Pekerja Migran Indonesia Dikirim ke Korea Selatan, Bekerja di Restoran Halal

- Penulis

Selasa, 3 September 2024 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI korsel siap diberangkatkan

PMI korsel siap diberangkatkan

JAKARTA – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menempatkan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor layanan jasa untuk bekerja di restoran dan rumah makan halal di Korea Selatan. Ini merupakan kali pertama Indonesia mengirimkan tenaga kerja di sektor layanan jasa ke Korea Selatan.

Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Korea Selatan membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia.

“Dengan banyaknya turis dari negara-negara Muslim yang berkunjung, kebutuhan akan rumah makan halal meningkat. Hal ini menciptakan peluang bagi PMI dari Indonesia, yang mayoritas beragama Islam, untuk bekerja di sektor ini,” ujar Rinardi.

Pengiriman PMI ke sektor layanan jasa ini diakui sebagai langkah baru dan strategis. Sektor ini mencakup pekerjaan di hotel, perhotelan, serta rumah makan halal di Korea Selatan dan Jepang, yang kini semakin berkembang.

Selain mempersiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional, BP2MI juga tengah menjajaki kerja sama Government to Government (G to G) dengan beberapa negara. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa Indonesia akan memperluas kerja sama G to G dengan 19 negara baru. Saat ini, skema G to G sudah terjalin dengan Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Jerman.

Salah satu kerja sama yang akan segera dilaksanakan adalah dengan pemerintah Kanada. Menurut Rinardi, Indonesia telah menandatangani berbagai dokumen kerja sama, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan Kanada dan Jerman.

“Di Kanada, mereka sedang mengalami krisis tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk konstruksi, kesehatan, perawat, dan caregiver. Ini membuka peluang besar bagi PMI Indonesia,” tambah Rinardi.

Rinardi menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar dapat bersaing di pasar global. “Kita tidak hanya mengirimkan tenaga kerja ke Timur Tengah sebagai pekerja domestik, tapi juga harus meningkatkan kelas dengan mengirimkan tenaga kerja yang lebih kompeten di sektor-sektor yang lebih tinggi,” tutupnya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Transportasi

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB