JAKARTA – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menempatkan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor layanan jasa untuk bekerja di restoran dan rumah makan halal di Korea Selatan. Ini merupakan kali pertama Indonesia mengirimkan tenaga kerja di sektor layanan jasa ke Korea Selatan.
Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Korea Selatan membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia.
“Dengan banyaknya turis dari negara-negara Muslim yang berkunjung, kebutuhan akan rumah makan halal meningkat. Hal ini menciptakan peluang bagi PMI dari Indonesia, yang mayoritas beragama Islam, untuk bekerja di sektor ini,” ujar Rinardi.
Pengiriman PMI ke sektor layanan jasa ini diakui sebagai langkah baru dan strategis. Sektor ini mencakup pekerjaan di hotel, perhotelan, serta rumah makan halal di Korea Selatan dan Jepang, yang kini semakin berkembang.
Selain mempersiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional, BP2MI juga tengah menjajaki kerja sama Government to Government (G to G) dengan beberapa negara. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, yang baru-baru ini mengumumkan bahwa Indonesia akan memperluas kerja sama G to G dengan 19 negara baru. Saat ini, skema G to G sudah terjalin dengan Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Jerman.
Salah satu kerja sama yang akan segera dilaksanakan adalah dengan pemerintah Kanada. Menurut Rinardi, Indonesia telah menandatangani berbagai dokumen kerja sama, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan Kanada dan Jerman.
“Di Kanada, mereka sedang mengalami krisis tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk konstruksi, kesehatan, perawat, dan caregiver. Ini membuka peluang besar bagi PMI Indonesia,” tambah Rinardi.
Rinardi menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar dapat bersaing di pasar global. “Kita tidak hanya mengirimkan tenaga kerja ke Timur Tengah sebagai pekerja domestik, tapi juga harus meningkatkan kelas dengan mengirimkan tenaga kerja yang lebih kompeten di sektor-sektor yang lebih tinggi,” tutupnya.






