Lawang Sewu Bertransformasi, Tawarkan Wisata Heritage dengan Sentuhan Teknologi

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Lawang Sewu, ikon sejarah Kota Semarang, kini hadir dengan wajah baru yang memadukan nilai heritage dan pengalaman digital interaktif.

Dikelola PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), destinasi bersejarah ini dilengkapi fasilitas modern, wahana edukasi, dan hiburan berbasis teknologi untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap tanpa menghilangkan pesona masa lalunya.

“Lawang Sewu tidak hanya menjadi ikon sejarah Semarang, tetapi juga wajah pariwisata berbasis edukasi dan digital experience yang kami kembangkan secara berkelanjutan,” ujar Direktur Operasi KAI Wisata, Eko Januardi, Kamis (14/8/2025).

Gedung yang dibangun pada 1904 oleh perusahaan kereta api Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ini awalnya digunakan sebagai kantor pusat perkeretaapian di Hindia Belanda. Namanya, “Lawang Sewu” yang berarti “seribu pintu”, merujuk pada banyaknya daun pintu di seluruh bangunan, meskipun jumlahnya tidak benar-benar seribu.

Pengunjung kini dapat menikmati berbagai wahana dan layanan, mulai dari tur malam (Rp 750.000/10 orang), tur tengah malam (Rp 1.000.000/10 orang), eksplorasi bawah tanah atau Kelderverkenning (Rp 35.000), hingga pengalaman digital seperti VR Experience (Rp 25.000) dan De Javu audio-visual tematik (Rp 50.000). Tersedia juga layanan foto tematik, kereta mini, hingga area bermain anak.

Harga tiket masuk dibanderol Rp 20.000 untuk dewasa/mahasiswa, Rp 10.000 untuk anak/pelajar, dan Rp 30.000 untuk wisatawan mancanegara. Tiket terusan dengan wahana immersive juga tersedia dengan harga mulai Rp 20.000.

Fasilitas pendukung turut disiapkan, seperti Smart Electronic Locker, toko suvenir, area UMKM, kantin, hingga ruang terbuka publik Open Space Lawang Sewu.

“Kami ingin Lawang Sewu tidak hanya menjadi tempat bersejarah yang dikunjungi, tetapi juga ruang publik yang hidup, ramah keluarga, dan mendukung ekonomi lokal lewat UMKM yang berkolaborasi,” tambah Eko.

Dengan perpaduan nilai sejarah dan teknologi, Lawang Sewu kini menjadi destinasi heritage yang relevan dengan tren wisata masa kini.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan Lawang Sewu sebagai pilihan wisata edukatif yang berkesan karena Lawang Sewu bukan hanya warisan sejarah, tapi juga tempat untuk menciptakan kenangan baru bersama keluarga dan sahabat,” pungkasnya. (***)

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Capai Rp5 Triliun
Bukan Sekadar Ritual, Tawur Agung di Batur Jadi Cermin Pariwisata Budaya Bali
143 Peserta JWB 2026 Sambangi Berastagi, Potensi Wisata Karo Jadi Sorotan
JWB ke-4 Buka Peluang Bisnis Wisata Medan dan Karo, Owner Widy Holidays: Dampaknya Sangat Bagus
WIG 2026 di Yogyakarta: Kuliner Nusantara Didorong Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Bantuan Rp1 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Ekonomi Warga Sade Pascakebakaran
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Diluncurkan, Ini Arah Baru Pariwisata Indonesia
Kuliner Indonesia Dibawa ke Panggung Dunia, WIG 2026 Resmi Dibuka di Solo

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:54 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Tembus 150 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Capai Rp5 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Tawur Agung di Batur Jadi Cermin Pariwisata Budaya Bali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:06 WIB

143 Peserta JWB 2026 Sambangi Berastagi, Potensi Wisata Karo Jadi Sorotan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:10 WIB

JWB ke-4 Buka Peluang Bisnis Wisata Medan dan Karo, Owner Widy Holidays: Dampaknya Sangat Bagus

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:05 WIB

WIG 2026 di Yogyakarta: Kuliner Nusantara Didorong Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru