Langkah Baru: BP2MI Akan Buka Sektor Pertanian, Hospitality dan Logistik di Korsel

- Penulis

Senin, 12 Februari 2024 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benny Ramdhani saat lepas PMI ke Korsel

Benny Ramdhani saat lepas PMI ke Korsel

RENTAK.ID, JAKARTA – Berbagai langkah baru dilakukan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memberikan bermacam peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Peluang kerja itu yakni berupa sektor pertanian, hospitality dan logistik dalam skema Government to Government (G to G) di Korea Selatan (Korsel).

Tentu ini sebuah peluang emas bagi PMI ke depannya

Hal ini diisampaikan Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan Human Resources Development (HRD) Korsel terkait dengan tiga sektor tersebut.

“Kita tengah negosiasi dengan pihak Korea agar bisa menambah sektor baru yaitu pertanian, logistik dan hospitality,” kata Benny kepada wartawan usai melepas 431 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel, di hotel El Royal, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu mengatakan, pihaknya mengundang HRD Korsel.

Menurut Benny, hal tersebut bagian dari upaya BP2MI untuk menyakinkan mereka bahwa pemerintah Indonesia benar-benar menghormati PMI.

“Tadi hadir perwakilan HRDK perwakilan dari Korea yang ada di Indonesia mereka menyaksikan langsung bagaimana Indonesia memberikan perlakuan hormat kepada calon PMI,” ujarnya

“Mudah-mudahan perlakuan hormat negara ini menjadi penguat dalam negosiasi kita dengan Korea agar bisa menambah sektor pekerjaan lain,” sambungnya.

Benny mengatakan, pihaknya terus mendorong kepada HRD Korea agar secepatnya membuka sektor baru dalam program G to G. Sebab, minat orang Indonesia bekerja ke Korea sangat tinggi.

“Kita sering membicarakannya baik saat kita rapat kerja atau berkunjung ke Korea dan kemarin dalam forum evaluasi penemuan PMI 2023, kita dorong penambahan kuota yang sudah berjalan yaitu perikanan dan manufaktur dan penambahan sektor baru itu,” ucapnya.

Oleh karena itu, Benny Rhamdani mengajak kepada seluruh putra-putri bangsa Indonesia untuk menyiapkan keterampilan jika ingin bekerja di luar negeri di sektor pertanian.

“Termasuk Taiwan juga akan ada sektor pertanian, ini tinggal kita ya bagaimana memanfaatkan peluang-peluang kerja baru ini, kira harus menyiapkan sumber daya manusia yang memang benar-benar ahli di bidangnya, insyaallah bakal dimulai tahun 2024 ini,” terangnya.

Benny menyebut, sejuah ini ada ribuan Pekerja Migran Indonesia untuk sektor manufaktur dan fishing yang sudah diberangkatkan ke Korsel melalui program G to G.

“Korea Selatan merupakan negara idola pilihan bagi Pekerja Migran Indonesia, yang artinya animo masyarakat untuk bekerja di Korea Selatan sangat besar,” ungkapnya.

Benny juga menyebut di tahun 2023, pendaftar skema G to G ke Korea Selatan sekitar 35 ribu pendaftar, dengan jumlah pahlawan devisa yang diberangkatkan di tahun tersebut sebanyak hampir 13 ribu.
Sementara di tahun-tahun sebelumnya, pendaftar tidak lebih dari 20 ribu tiap tahunnya, dan penempatan hanya mencapai angka tujuh ribu.

“Jadi tahun 2023 adalah suatu pencapaian di mana animo masyarakat semakin besar. Dengan tingginya animo minat anak-anak muda Indonesia ini, memang harus ditambah kuota atau sektor untuk skema G to G,” tutur Benny. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru