KPU Tegaskan Format Debat Pilpres 2024 Tak Berubah, Menyikapi Kritik dari Jokowi

- Penulis

Selasa, 9 Januari 2024 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debat Capres yang digelar KPU RI. (ist)

Debat Capres yang digelar KPU RI. (ist)

RENTAK.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa format debat dalam Pilpres 2024 tidak akan berubah.

Hal ini merespons kritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap penyelenggaraan debat yang terlalu banyak menyerang personal ketimbang gagasan.

Seperti yang diungkapkan Ketua KPU RI, Hasyim Asya’ri, model debat yang telah disepakati oleh KPU bersama masing-masing tim pasangan calon atau Paslon terdiri dari 6 segmen.

“Kan model atau bentuk debatnya sudah disepakati,” kata Ketua KPU RI, Hasyim Asya’ri di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2024).

Pada segmen pertama, Paslon akan memaparkan visi misi dan program kerja mereka. Kemudian pada segmen 2 dan 3, Paslon akan menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh panelis. Pada segmen 4 dan 5, masing-masing Paslon akan memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari Paslon yang lain.

“Jadi memang modelnya seperti itu. Debat 4 dan 5 pun akan begitu,” tuturnya.

Segmen terakhir, yaitu segmen 6 mengharuskan Paslon memberikan pernyataan penutup atau closing statement.

Hasyim menegaskan bahwa format debat tersebut sudah menjadi kesepakatan KPU bersama masing-masing Paslon, sehingga tidak akan berubah.

Meskipun begitu, Presiden Jokowi berharap agar debat Pilpres 2024 ke depan bisa dirancang dengan lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar para calon presiden dapat saling menyampaikan visi dan misi mereka, alih-alih hanya saling menyerang secara personal.

“Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang gapapa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi,” ujar Jokowi.

Sebagai penyelenggara debat, KPU diharapkan dapat memastikan agar debat Pilpres 2024 dapat berlangsung dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam konteks ini, KPU juga diharapkan bisa memperhatikan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden agar debat tersebut dapat terselenggara dengan lebih baik. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR
Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK
Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Minggu, 27 September 2026 - 10:34 WIB

Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Jumat, 25 September 2026 - 19:23 WIB

IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:39 WIB

GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK

Berita Terbaru