JAKARTA – Ketua Umum DPP Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Soultan Saladin, menegaskan bahwa dunia politik, khususnya kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bukanlah tempat yang tepat bagi artis.
Menurutnya, banyak anggota dewan dari kalangan selebritas justru memperburuk citra lembaga legislatif.
“Jadi menurut abang, perlu nggak artis itu? Nggak, nggak tepat. Niatnya apa? Terus dia dimanfaatkan sama siapa? Kalau untuk menjadi budgeter atau mencari suara, itu kan nggak benar. Jangan dirusaklah,” tegas Soultan, Jumat (29/8/2025)
Ia menilai, banyak artis yang masuk politik hanya untuk mengejar popularitas dan kepentingan pribadi. Soultan bahkan menyinggung sejumlah nama yang dianggap tidak memberikan kontribusi nyata di DPR, melainkan justru memamerkan kekayaan.
“Sekarang ini, apa sih yang diperjuangkan mereka di situ? Nggak tahu saya. Udah tuh pamer lagi. Uya Kuya juga beli rumah di Amerika, Eko juga rumahnya Rp180 miliar, ada kolam renang di atasnya. Kita mah senang-senang aja, artis kaya gitu ya, tapi kalau ada embel-embel anggota DPR jadi merusak, kasihan,” ujarnya.
Soultan menambahkan, sejak lama dirinya konsisten menolak artis maju sebagai caleg kecuali memang memiliki latar belakang kaderisasi politik yang jelas. Ia mencontohkan beberapa nama yang menurutnya hanya memanfaatkan popularitas semata.
“Dulu ada banyak, kayak Primus, Krisdayanti, Mulan, itu bukan tempatnya. Tempat lo ya urus lo. Lebih baik majukan dunia perfilman atau industri hiburan supaya anggotanya bisa sejahtera dan saling mendukung,” katanya.
Soultan menyesalkan sikap sejumlah anggota dewan dari kalangan artis yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi rakyat. Ia menyinggung peristiwa ketika ada anggota DPR menari di tengah polemik tunjangan yang dikritik publik.
“Itu sangat menyakitkan. Orang lagi susah cari makan, sementara sebagian besar duit tuh ada di golongan tertentu. Mereka hidup dari bajak rakyat. Jangan meledek rakyat dengan gaya hidup mewah,” tutupnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













