Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian, Amran: Petani Harus Masuk Rantai Industri

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pertanian Cabe (dok. rentak.id)

Ilustrasi Pertanian Cabe (dok. rentak.id)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan hilirisasi sektor pertanian sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi nasional. Langkah ini diyakini menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan industrialisasi berbasis sumber daya alam sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” kata Mentan Amran, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, praktik ekspor bahan baku yang selama ini dilakukan membuat keuntungan terbesar justru dinikmati oleh negara pengolah. Untuk itu, Kementan berupaya mengubah paradigma tersebut melalui sistem hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Hari ini kita ubah paradigma. Petani tidak boleh hanya menjual hasil panen, tetapi harus masuk dalam rantai industri. Kita bangun dari hulu sampai hilir agar nilai tambah meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” ujarnya.

Mengacu pada arahan Presiden Prabowo, Amran menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi nasional. Ia memperkenalkan konsep “pohon industri” sebagai pendekatan pengembangan komoditas pertanian berbasis turunan produk.

“Setiap komoditas punya banyak turunan. Kelapa bisa menjadi puluhan produk, kakao menjadi berbagai olahan, singkong bisa diolah menjadi tepung hingga bioetanol. Inilah yang kita sebut pohon industri,” jelasnya.

Sebagai implementasi nyata, Kementan mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk program hilirisasi perkebunan yang mencakup tujuh komoditas strategis. Program ini menargetkan pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat selama periode 2025–2027.

Fokus komoditas meliputi kelapa, kakao, kopi, jambu mete, lada, dan pala, guna memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan di dalam negeri.

“Kita rancang hilirisasi melalui replanting dan tanam baru di berbagai komoditas tersebut. Dengan penguatan ini, kita optimistis mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” terang Mentan Amran.

Lebih jauh, Amran menekankan bahwa hilirisasi akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan membuka peluang kerja baru di sentra produksi.

“Kalau industri pengolahan dibangun di sentra produksi, maka lapangan kerja tercipta di desa. Anak muda tidak hanya bertani, tetapi juga bisa masuk ke industri pengolahan, pemasaran, hingga ekspor. Ini masa depan pertanian kita,” katanya.

Ia juga menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Indonesia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

“Kita punya bahan baku terbaik di dunia, tetapi produk jadi justru didominasi negara lain. Ini yang harus kita ubah. Hilirisasi akan memastikan Indonesia tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen produk bernilai tinggi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan komitmen penuh Kementan dalam mengawal percepatan hilirisasi sektor pertanian.

“Kami siap menjalankan arahan Presiden. Hilirisasi harus kita percepat dan kita kawal. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kedaulatan dan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru