TANGERANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai generasi pelopor yang akan menggerakkan budaya sekolah aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia. Para duta ini diharapkan tidak hanya menjadi teladan di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menyebarkan pengaruh positif di ruang digital maupun kehidupan bermasyarakat.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) melalui keterlibatan aktif peserta didik sebagai agen perubahan dalam mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Upaya tersebut diperkuat dengan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 mengenai perlindungan anak di ruang digital, serta Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan para Duta Bintang Sobat SMP memegang peran strategis dalam membangun budaya digital yang sehat sekaligus menjadi motor penggerak Gerakan Rukun Sama Teman.
“Para duta telah menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kalian. Tetaplah menjadi sobat bagi teman-teman kalian, termasuk sesama finalis BSS. Kalian akan menjadi bintang Indonesia dan harapan Indonesia menjadi negara yang hebat, maju, berdaulat, dan bermartabat. Saya berharap perhelatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui berbagai aksi nyata di sekolah dan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti saat pengukuhan Duta BSS 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, seluruh finalis merupakan sosok istimewa yang akan menjadi cahaya bagi masa depan bangsa di daerah masing-masing.
“Kalian yang berjumlah 70 orang adalah bintang-bintang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalianlah yang akan menerangi Indonesia dengan cahaya dan keteladanan kalian. Jadilah bintang di sekolah masing-masing, jadilah penyemangat bagi mereka yang masih pesimis terhadap masa depan,” katanya.
Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir seleksi.
“Selamat kepada anak-anakku yang telah terpilih menjadi BSS 2026. Kalian adalah anak-anak hebat yang terseleksi dari ribuan peserta. Kalian adalah bintang yang sesungguhnya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan dewan juri yang telah melaksanakan proses penilaian secara objektif,” ucapnya.
Ia mengaku semakin optimistis Indonesia mampu mewujudkan Generasi Emas 2045 setelah melihat semangat dan kualitas para Duta BSS.
“Kalian semua semakin meyakinkan saya bahwa Generasi Emas Indonesia 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang akan menjadi kenyataan. Indonesia ke depan akan menjadi bangsa yang maju, hebat, dan bermartabat,” tegas Abdul Mu’ti.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan akhir perjalanan para peserta, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai agen perubahan.
“Sebagai Duta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, tugas baru kalian telah menanti di daerah asal masing-masing. Jadikan amanah ini sebagai kesempatan untuk membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Gogot.
Ia meminta para duta menjalankan tiga amanah utama, yakni menjadi teladan bagi teman sebaya, membangun ekosistem informasi yang sehat melalui penyebaran konten edukatif sekaligus menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadi pelopor sekolah yang bebas dari perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, maupun kekerasan digital.
“BSS adalah agen perubahan. Mari bersama-sama mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gogot turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMP, tim juri, narasumber, guru pendamping, dan para orang tua yang telah mendampingi para peserta hingga berhasil menjadi Duta BSS 2026.
Salah satu Duta BSS 2026, Andrew Arsya Mandala dari SMP Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, yang berhasil meraih Juara I, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia mengungkapkan keberhasilannya merupakan hasil dari proses panjang dan kegigihan mengikuti berbagai kompetisi untuk terus mengasah kemampuan.
Andrew pun memberikan semangat kepada peserta lain yang belum berhasil meraih gelar juara.
“Untuk teman-teman yang mungkin belum berhasil tahun ini, jangan pernah menganggap kegagalan sebagai akhir. Saya sendiri pernah mengikuti BSS tahun lalu dan gagal di tahap pertama. Alhamdulillah, tahun ini Allah memberikan rezeki kepada saya. Teruslah mencoba karena tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah,” ujar Andrew.
Guru pendamping Andrew, Ade Riza Rayahu, mengaku bangga atas prestasi muridnya tersebut. Menurutnya, Andrew dikenal sebagai sosok yang tekun belajar dan selalu berusaha memperbaiki diri.
“Sebelum mendaftar, Andrew sering bertanya kepada saya, ‘Bu, bagaimana menurut Ibu penampilan saya? Apa yang masih kurang?’ Itu menunjukkan semangat belajarnya yang luar biasa. Semoga pengalaman dan prestasi Andrew dapat menginspirasi lebih banyak peserta didik, sehingga akan lahir semakin banyak ‘Andrew-Andrew’ lain di berbagai daerah Indonesia,” kata Ade.
Dengan pengukuhan ini, Kemendikdasmen berharap para Duta Bintang Sobat SMP 2026 mampu menjadi wajah baru pendidikan Indonesia yang menjunjung tinggi budaya sekolah aman, nyaman, inklusif, serta bijak dalam memanfaatkan ruang digital.
Penulis : lazir
Editor : ameri






