Kemendikdasmen Dorong Literasi Bahasa Lewat Program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan bahasa memperkuat literasi kebahasaan generasi muda melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling. dok. rentak.id)

Badan bahasa memperkuat literasi kebahasaan generasi muda melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling. dok. rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat literasi kebahasaan generasi muda melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling.

Program yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) ini berlangsung di sejumlah sekolah di Jakarta pada 8–12 September 2025.

Kegiatan ini merupakan implementasi program prioritas Kemendikdasmen dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan. Lima sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan adalah SDN Ragunan 08, SDN Kebagusan 01, SMPN 41 Jakarta, SMPN 103 Jakarta, dan SMAN 38 Jakarta.

Melalui program Kamus Masuk Sekolah, siswa diperkenalkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai sumber referensi utama dalam berbahasa. KBBI edisi keenam kini memuat 207.514 entri kosakata dan terus diperbarui dua kali dalam setahun agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan pentingnya KBBI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

“KBBI menjadi fondasi literasi yang penting bagi peserta didik. Melalui kamus ini, mereka dapat mengenal kata baku, mengembangkan cara berpikir kritis, serta belajar menyampaikan gagasan dengan tepat. Saya berharap program ini dapat diperluas ke seluruh Balai Bahasa di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/9/2021).

Selain Kamus Masuk Sekolah, Bineka Keliling juga menjadi daya tarik utama. Program ini merupakan pengembangan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) yang menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini serta media interaktif.

Lab Bineka menampilkan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan dari berbagai daerah dalam bentuk digital dan audiovisual yang menarik. Hingga saat ini, 718 bahasa daerah telah berhasil diidentifikasi dan divalidasi oleh Badan Bahasa.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya kesadaran untuk melestarikan bahasa daerah sejak dini.

“Anak-anak perlu dibiasakan memiliki keterampilan merujuk, salah satunya melalui KBBI, dan menyadari bahwa bahasa daerah adalah warisan yang harus dijaga. Indonesia bukan hanya Jawa atau Sumatra, tetapi memiliki ratusan bahasa di berbagai pulau yang wajib kita lestarikan bersama,” jelas Dora.

Program ini mendapat sambutan hangat dari para pendidik dan siswa. Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut kegiatan ini sebagai terobosan dalam pembelajaran bahasa dan sastra.

“Bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang. Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan literasi sekaligus membekali generasi muda sejak dini,” kata Sarjoko.

Guru SMPN 41 Jakarta, Yulia, juga mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat ditularkan kepada teman-temannya, sehingga manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Salah satu siswa SMPN 41 Jakarta, Dilan, mengaku terinspirasi setelah mengikuti program tersebut.

“Saya baru tahu kalau Indonesia punya begitu banyak bahasa daerah. Ini membuat saya sadar pentingnya melestarikan bahasa sebagai identitas bangsa,” ungkapnya.

Melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling, Kemendikdasmen tidak hanya memperkenalkan KBBI dan kekayaan bahasa daerah, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Dengan KBBI sebagai pedoman resmi dan Lab Bineka sebagai media pelestarian bahasa daerah, diharapkan bahasa Indonesia semakin kokoh sebagai bahasa persatuan, sementara bahasa daerah tetap hidup sebagai warisan budaya bangsa.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru