JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat literasi kebahasaan generasi muda melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling.
Program yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) ini berlangsung di sejumlah sekolah di Jakarta pada 8–12 September 2025.
Kegiatan ini merupakan implementasi program prioritas Kemendikdasmen dalam pembangunan kebahasaan dan kesastraan. Lima sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan adalah SDN Ragunan 08, SDN Kebagusan 01, SMPN 41 Jakarta, SMPN 103 Jakarta, dan SMAN 38 Jakarta.
Melalui program Kamus Masuk Sekolah, siswa diperkenalkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai sumber referensi utama dalam berbahasa. KBBI edisi keenam kini memuat 207.514 entri kosakata dan terus diperbarui dua kali dalam setahun agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan pentingnya KBBI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
“KBBI menjadi fondasi literasi yang penting bagi peserta didik. Melalui kamus ini, mereka dapat mengenal kata baku, mengembangkan cara berpikir kritis, serta belajar menyampaikan gagasan dengan tepat. Saya berharap program ini dapat diperluas ke seluruh Balai Bahasa di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/9/2021).
Selain Kamus Masuk Sekolah, Bineka Keliling juga menjadi daya tarik utama. Program ini merupakan pengembangan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) yang menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini serta media interaktif.
Lab Bineka menampilkan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan dari berbagai daerah dalam bentuk digital dan audiovisual yang menarik. Hingga saat ini, 718 bahasa daerah telah berhasil diidentifikasi dan divalidasi oleh Badan Bahasa.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya kesadaran untuk melestarikan bahasa daerah sejak dini.
“Anak-anak perlu dibiasakan memiliki keterampilan merujuk, salah satunya melalui KBBI, dan menyadari bahwa bahasa daerah adalah warisan yang harus dijaga. Indonesia bukan hanya Jawa atau Sumatra, tetapi memiliki ratusan bahasa di berbagai pulau yang wajib kita lestarikan bersama,” jelas Dora.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para pendidik dan siswa. Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menyebut kegiatan ini sebagai terobosan dalam pembelajaran bahasa dan sastra.
“Bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang. Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan literasi sekaligus membekali generasi muda sejak dini,” kata Sarjoko.
Guru SMPN 41 Jakarta, Yulia, juga mengapresiasi kegiatan ini.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat ditularkan kepada teman-temannya, sehingga manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Salah satu siswa SMPN 41 Jakarta, Dilan, mengaku terinspirasi setelah mengikuti program tersebut.
“Saya baru tahu kalau Indonesia punya begitu banyak bahasa daerah. Ini membuat saya sadar pentingnya melestarikan bahasa sebagai identitas bangsa,” ungkapnya.
Melalui program Kamus Masuk Sekolah dan Bineka Keliling, Kemendikdasmen tidak hanya memperkenalkan KBBI dan kekayaan bahasa daerah, tetapi juga membangun ekosistem literasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan KBBI sebagai pedoman resmi dan Lab Bineka sebagai media pelestarian bahasa daerah, diharapkan bahasa Indonesia semakin kokoh sebagai bahasa persatuan, sementara bahasa daerah tetap hidup sebagai warisan budaya bangsa.
Penulis : guntar
Editor : ameri






