Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Kembangkan Konten Digital Interaktif untuk Pendidikan Kesetaraan

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi pendidikan nonformal (dok. rentak.id)

Transformasi pendidikan nonformal (dok. rentak.id)

JAKARTA – Transformasi digital di dunia pendidikan terus didorong agar tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata para peserta didik. Berangkat dari semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berkolaborasi mengembangkan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan.

Melalui program Partisipasi Semesta, Direktorat PNFI membuka kesempatan bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk ikut berkontribusi menciptakan materi pembelajaran yang lebih kontekstual, inspiratif, dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar.

Pada pengembangan kali ini, fokus utama diarahkan pada muatan pemberdayaan dan keterampilan. Konten yang dihasilkan diharapkan tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik, tetapi juga memberikan bekal praktis yang dapat membantu warga belajar meningkatkan kemampuan, kemandirian, rasa percaya diri, serta kualitas hidup mereka.

Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pendidikan formal sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih spesifik.

“Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan bukan sekadar memindahkan bahan ajar dari buku ke layar gawai. Warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas. Mereka membutuhkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi dan sosial,” ujar I Gusti Made Ardana dalam sosialisasi “Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan”, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan akan konten pembelajaran yang beragam dan berkualitas tidak mungkin dipenuhi pemerintah sendiri. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadirkan materi yang lebih kaya, relevan, dan sesuai dengan kondisi warga belajar di berbagai daerah.

“Pengembangan konten pendidikan adalah kerja bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan bersama. Panduan tersebut disusun untuk memastikan setiap materi memiliki kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dengan ekosistem Rumah Pendidikan.

Pemerintah saat ini juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya melalui fitur Ruang Murid, agar akses terhadap pembelajaran digital semakin inklusif dan dapat menjangkau seluruh warga belajar di berbagai wilayah Indonesia.

Upaya ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Ke depan, berbagai konten yang dihasilkan akan memperkaya sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke sejumlah satuan pendidikan.

Dengan semakin beragamnya pilihan materi digital, warga belajar diharapkan dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui berbagai format, mulai dari gim edukasi, simulasi virtual, hingga media pembelajaran digital lainnya.

Direktorat PNFI meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci keberhasilan transformasi digital pendidikan nonformal. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, teknologi tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi warga belajar untuk berkembang, berdaya, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui tautan https://s.id/kontendigit-PNFI2026. Pendaftaran pengiriman konten dibuka mulai 5 hingga 26 Juni 2026. Selanjutnya, proses penilaian akan berlangsung pada 6 Juni sampai 7 Juli 2026.

Sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih, terdiri atas 35 konten untuk Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 8 Juli 2026.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru