LUMAJANG – Akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan solusi melalui pemasangan teknologi ultrafiltrasi di Pondok Pesantren Khomsani Nur Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.
Program pengabdian kepada masyarakat yang digagas Laboratorium Korosi, Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS itu berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, 25–26 Juni 2026.
Selama kegiatan, tim ITS tidak hanya memasang alat ultrafiltrasi, tetapi juga memberikan pelatihan pengoperasian serta pendampingan teknis agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh warga pesantren.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas air sumur artesis yang selama ini menjadi sumber air utama di Pondok Pesantren Khomsani Nur. Melalui teknologi ultrafiltrasi, air diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri dan pengurus pesantren.
Hasil pengukuran menggunakan alat Total Dissolved Solids (TDS) menunjukkan peningkatan kualitas air yang cukup signifikan. Sebelum melalui proses penyaringan, air sumur memiliki nilai TDS sebesar 199 ppm. Setelah diproses menggunakan sistem ultrafiltrasi, angka tersebut turun drastis menjadi 11 ppm.
Penurunan kandungan zat padat terlarut tersebut menunjukkan efektivitas teknologi ultrafiltrasi dalam meningkatkan kualitas air. Meski demikian, untuk memastikan air layak dikonsumsi sebagai air minum, masih diperlukan pengujian laboratorium terhadap parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai standar kualitas air minum yang berlaku.
Selain menghadirkan teknologi penyaringan air, tim ITS juga membantu pembangunan fasilitas pendukung berupa tempat wudhu serta pemasangan atap galvalum yang berfungsi melindungi sumur artesis dan instalasi ultrafiltrasi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pimpinan Pondok Pesantren Khomsani Nur mengaku bersyukur atas kepedulian ITS Surabaya yang telah membantu menyediakan akses air bersih berkualitas bagi para santri.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan alat ultrafiltrasi serta kepedulian ITS Surabaya dalam mengawal penyediaan air yang lebih berkualitas bagi para santri. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim dosen dan mahasiswa ITS Surabaya. Semoga semua bantuan, ilmu, tenaga, dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah serta mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujar pimpinan Pondok Pesantren Khomsani Nur.
Pihak pesantren juga mengungkapkan bahwa kerja sama dengan ITS tidak berhenti setelah pemasangan alat selesai. Tim dosen dan mahasiswa akan terus melakukan pendampingan serta evaluasi terhadap penggunaan sistem ultrafiltrasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara ITS Surabaya dan Pondok Pesantren Khomsani Nur diharapkan menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih yang lebih berkualitas.
Penulis : atz
Editor : ameri






