Irman Gusman Dorong Perantau Lambah Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Agam

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irman Gusman, bersama perntau Sumbar (foto. ist)

Irman Gusman, bersama perntau Sumbar (foto. ist)

TANGERANG SELATAN – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, H. Irman Gusman, mengajak para perantau yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Keluarga Perantau Lambah (IKKPL) untuk tidak hanya menjaga tali silaturahmi, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kampung halaman.

Ajakan tersebut disampaikan Irman saat menghadiri pelantikan pengurus IKKPL di Gedung Serbaguna PKDP, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (30/5/2026). Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta tokoh perantau asal Lambah, Nagari Sianok Anam Koto, Kecamatan IV Koto (Ampek Koto), Kabupaten Agam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat IV Koto Subchan, Ketua IKKPL M. Ifdal beserta jajaran pengurus yang baru dilantik, Ketua Dewan Pembina IKKPL Ir. Firdaus HB St. Bandaro, Ketua Panitia Syafriyaldi St. Kayo, ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga keluarga besar perantau Lambah dari berbagai wilayah Jabodetabek.

Dalam sambutannya, mantan Ketua DPD RI dua periode itu menegaskan bahwa organisasi perantau harus mampu menjadi kekuatan strategis yang berkontribusi bagi kemajuan daerah asal.

“Sejauh apa pun rantau dijalankan, hubungan dengan kampung halaman harus tetap terjaga. Perantau harus menjadi bagian dari solusi pembangunan nagari,” kata Irman.

Menurut Ketua Dewan Pengawas DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut, Jorong Lambah dan Kecamatan IV Koto memiliki peluang besar menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Kabupaten Agam melalui pengembangan sektor pariwisata, UMKM, ekonomi nagari, dan jejaring usaha para perantau.

“Melalui Jorong Lambah, kita dorong Ampek Koto. Yang penting kita bangkit. Agam ini harimau, apa pun masalah yang dihadapi, kita harus bangkit,” ujarnya.

Irman menilai posisi geografis Kecamatan IV Koto sangat menguntungkan karena berbatasan langsung dengan Kota Bukittinggi yang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sumatera Barat. Karena itu, ia mendorong kawasan tersebut dipersiapkan sebagai daerah penyangga wisata unggulan.

“Kita harus menangkap tumpahan wisatawan dari Bukittinggi agar mereka tidak sekadar lewat, tetapi menginap, berbelanja, menikmati kuliner, dan merasakan kekayaan budaya yang dimiliki IV Koto,” katanya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya optimalisasi potensi ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Agam. Sebagai perbandingan, Irman menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bukittinggi saat ini telah mencapai sekitar Rp700 miliar, sedangkan Agam masih berada di kisaran Rp200 miliar.

“Padahal Bukittinggi tidak akan begitu terkenal tanpa Ngarai Sianok, tanpa Koto Gadang, dan daerah-daerah penyangga lainnya di Agam,” ujarnya.

Irman kemudian mencontohkan Kabupaten Badung di Bali yang mampu memaksimalkan sektor pariwisata sehingga memiliki PAD jauh lebih besar dibandingkan Kota Denpasar.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, Pak Iqbal. Apa yang salah dengan Agam? Mari kita benahi bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Irman menggagas pengembangan kawasan wisata terpadu yang menghubungkan Ngarai Sianok, Koto Gadang, Balingka, Sungai Landia, Guguak, hingga Lambah melalui kolaborasi antarnagari yang terencana.

Menurutnya, keberhasilan Nagari Koto Gadang yang dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Kedua Tingkat Nasional Tahun 2025 menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal yang tepat mampu menghasilkan prestasi nasional.

“Mari kita pikirkan bagaimana menghidupkan Sianok yang begitu indah, lalu terhubung hingga ke Lambah. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu sinergi agar tidak saling tumpang tindih,” ujarnya.

Untuk kawasan Lambah dan Sianok Anam Koto, Irman melihat peluang besar pada pengembangan wisata alam Lembah Sianok, kuliner khas seperti gulai itiak lado mudo, serta industri fesyen muslim, tekstil, dan konveksi yang didukung jejaring perantau.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke IV Koto harus mendapatkan pengalaman lengkap, mulai dari menikmati panorama alam, sejarah, budaya, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Selain sektor wisata, Irman juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia berharap setiap nagari memiliki fokus usaha yang berbeda sesuai potensi masing-masing sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

“Orang Minang itu DNA-nya saudagar. Bung Hatta pun berasal dari keluarga saudagar. Karena itu ekonomi masyarakat harus kita bangkitkan. Minang harus menjadi pionir di tengah berbagai kesulitan bangsa saat ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irman menyampaikan apresiasi kepada Camat IV Koto, Subchan, yang dinilainya aktif membangun komunikasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan warga perantau.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKKPL sekaligus Ketua Forum Minang Maimbau, Firdaus HB, mengingatkan pentingnya memperkuat kolaborasi antara masyarakat di kampung halaman dan para perantau.

“Jangan ragu mengurus orang. Allah yang akan mengurus diri kita. Kita rindu kampung halaman kita. Karena itu kita perlu bersinergi antara ranah dan rantau,” kata Firdaus.

Wakil Bupati Agam, M. Iqbal, juga mengaku bangga melihat tingginya kepedulian para perantau terhadap daerah asal mereka.

“Kami merasa bangga dan terhormat. Ini menunjukkan kecintaan perantau terhadap kampung halaman masih sangat kuat,” ujar Iqbal.

Rangkaian acara turut diisi dialog interaktif yang menghadirkan Irman Gusman, Camat IV Koto Subchan, dan Ketua IKKPL M. Ifdal. Diskusi yang dipandu Firdaus HB tersebut membahas strategi penguatan ekonomi nagari, pengembangan kawasan wisata IV Koto, serta upaya mempererat sinergi ranah dan rantau untuk mendorong kebangkitan Kabupaten Agam dari Ampek Koto.

Penulis : amanda az

Editor : guntar

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru