Ikut Semarakkan HUT RI Ke-78, Santri Ponpes Taubatan Nasuha An-Nahdliyah Kab. Bekasi Terlihat Semringah

Santri Ponpes Taubatan Nasuha An-Nahdliyah Kab. Bekasi

RENTAK.ID BEKASI – Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 akhirnya tiba. Puncak HUT RI dirayakan masyarakat diseluruh penjuru tanah air dengan berbagai macam perayaan. Mulai dari upacara bendera hingga perlombaan khas “17 Agustusan” yang unik dan meriah.

Selalu ada hal-hal menarik baru yang muncul pada setiap tahun perayaan HUT RI. Seperti yang dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Taubatan Nasuha An-Nahdliyah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengikuti berbagai macam perlombaan.

Bacaan Lainnya

Lomba yang digelar diantaranya lomba balap karung, balap kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, lomba makan kerupuk, mengambil koin didalam tepung hingga lomba topi sangkut.

“Untuk nanti malam lombanya khusus pelajaran, yaitu lomba cerdas cermat dan hafalan lima juzz Al-Quran,” kata Ketua Panitia Lomba, Ustad M. Nur Salim, Sabtu (19/8/2023).

Selain diikuti oleh para Santri, lomba ketangkasan memeriahkan HUT RI ke-78 juga diikuti oleh anak-anak dari warga sekitar Pondok Pesantren Taubatan Nasuha An-Nahdliyah.

Anak-anak diwilayah Kampung Kompa RT.05/RW.06 Kelurahan Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi tersebut pun turut berdukacita merayakan hari kemerdekaan. Sejak pagi anak-anak didampingi orang tua mereka mulai berdatangan ke area parkir belakang Ponpes.

Sementara itu pengasuh Ponpes Taubatan Nasuha An-Nahdliyah, Kyai Ogi berharap agar lomba tujuh belasan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme para Santri.

Selain menimba ilmu Agama di Pesantren, para Santri juga harus memiliki pondasi pendidikan Nasional yang kuat. Sehingga ke depannya, akan lahir generasi penerus Bangsa yang berakhlakul karimah dan cinta pada tanah air Indonesia.

“Cinta tanah air sebagian daripada iman, maka seorang Santri juga harus mencintai Negerinya. Indonesia sebagai Negara merdeka dan berdaulat, tidak terlepas dari peran para Ulama dan pejuang di masa lalu,” ujar Kyai Ogi.

Pos terkait