Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,63 Juta per Gram

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas (foto. masterimportir)

Emas (foto. masterimportir)

JAKARTA – Harga emas batangan di Pegadaian kembali bergerak naik pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah produk emas yang tersedia di Galeri 24, mulai dari Galeri 24, Antam, UBS hingga Antam Mulia Retro.

Pergerakan harga emas domestik tersebut terjadi ketika pasar emas global masih dibayangi tekanan dari kenaikan harga energi dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Berdasarkan data harga emas Pegadaian, emas Galeri 24 ukuran 1 gram berada di level Rp2.527.000 per gram. Sementara emas Antam ukuran yang sama dijual Rp2.634.000 per gram dan UBS Rp2.552.000 per gram.

Untuk emas Antam Mulia Retro, harga 1 gram berada di kisaran Rp2.532.000 per gram.

Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam di Pegadaian menjadi yang tertinggi di antara tiga merek utama yang tersedia untuk ukuran 1 gram.

Galeri 24 sendiri menyediakan emas dalam beragam ukuran. Produk Galeri 24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam tersedia hingga ukuran 100 gram.

Harga emas Pegadaian hari ini

Berikut harga emas ukuran 1 gram di Pegadaian pada Kamis, 1 Oktober 2026:

Galeri 24: Rp2.527.000 per gram
Antam: Rp2.634.000 per gram
UBS: Rp2.552.000 per gram
Antam Mulia Retro: Rp2.532.000 per gram

Harga emas di Pegadaian dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan pembaruan harga pada hari berjalan.

Harga emas dunia masih tertekan

Di pasar global, harga emas justru bergerak melemah. Harga emas spot turun 0,7 persen menjadi US$4.152,86 per troy ounce pada perdagangan Rabu, 30 September 2026.

Penurunan tersebut membuat emas berada di jalur pelemahan bulanan. Sepanjang September, harga emas spot tercatat turun sekitar 6,6 persen.

Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik tipis 0,2 persen menjadi US$4.186,70 per troy ounce.

Tekanan terhadap emas muncul meski data inflasi Amerika Serikat memberikan sinyal yang relatif lebih lunak. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3 persen pada Agustus setelah sebelumnya meningkat 0,1 persen pada Juli.

Sementara itu, core PCE yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi naik 3 persen secara tahunan pada Agustus. Angka tersebut sama dengan kenaikan pada Juli setelah direvisi.

Data tersebut turut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve atau The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 39 persen dari sebelumnya 45 persen. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di sekitar 90 persen.

Trader logam independen Tai Wong mengatakan kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang kembali menekan logam mulia.

“Dengan energi yang bergerak lebih tinggi, obligasi telah kehilangan kenaikannya dan kembali menekan logam mulia,” kata Wong.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tekanan bagi emas meskipun data core PCE yang lebih rendah dari perkiraan telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.

Dolar dan minyak jadi perhatian pasar

Dolar Amerika Serikat melemah setelah data inflasi dirilis. Namun, dolar masih berada dalam jalur penguatan secara bulanan.

Penguatan dolar menjadi salah satu faktor yang dapat membebani emas karena logam mulia tersebut diperdagangkan dalam denominasi dolar sehingga menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Di sisi lain, harga minyak justru menguat dan berada di jalur kenaikan bulanan. Kebuntuan dalam perundingan Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik ikut memunculkan kekhawatiran harga energi bertahan tinggi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena harga energi yang tinggi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Bagi pasar emas, arah suku bunga, pergerakan dolar, harga minyak, dan data inflasi Amerika Serikat masih menjadi sejumlah faktor penting yang akan menentukan pergerakan harga berikutnya.

Penulis : dafri jh

Editor : ami

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam 1 Gram Rp2,609 Juta
Wajib Halal Oktober 2026 Didorong Berjalan Sesuai Aturan, Produk Impor Disebut Tak Perlu Dikhawatirkan
MUI, Akademisi, Pemantau Birokrasi Dukung Wajib Halal Oktober
Perkuat Rantai Pasok Protein Halal Global, Allana Group Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026
SUCOFINDO Raih Penghargaan di Indonesia Halal Awards 2026
Harga Emas Hari Ini 30 September 2026: Antam Turun Rp17 Ribu, Harga Dunia Mulai Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini 28 September 2026 Turun Rp16.000, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Jumat 25 September 2026 Turun, Antam dan UBS Ikut Anjlok

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam 1 Gram Rp2,609 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Wajib Halal Oktober 2026 Didorong Berjalan Sesuai Aturan, Produk Impor Disebut Tak Perlu Dikhawatirkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:26 WIB

MUI, Akademisi, Pemantau Birokrasi Dukung Wajib Halal Oktober

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Perkuat Rantai Pasok Protein Halal Global, Allana Group Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:57 WIB

SUCOFINDO Raih Penghargaan di Indonesia Halal Awards 2026

Berita Terbaru