Halal Bihalal Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti: Tradisi Indonesia yang Menguatkan Spirit dan Relasi Sosial

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa halal bihalal asli tradisi Indonesia (foto.lazir)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa halal bihalal asli tradisi Indonesia (foto.lazir)

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang sarat nilai spiritual dan sosial.

Hal itu disampaikannya dalam acara halal bihalal di Plaza Insan Gedung A Kantor Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, halal bihalal bukanlah bagian dari syariat agama, melainkan tradisi yang tumbuh dari pengamalan ajaran agama dalam konteks budaya Indonesia.

“Sebenarnya kita bicara sebuah tradisi Indonesia. Halal bihalal itu tradisi, bukan agama. Bukan sesuatu yang berkaitan langsung dengan syariat suatu agama, tetapi tradisi yang nilainya berangkat dari pengamalan ajaran agama. Dalam teori sosiologi, ini bisa disebut sebagai bentuk vernakularisasi ajaran agama dalam konteks budaya yang dihidupkan oleh para pemeluknya,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, tradisi halal bihalal hanya ditemukan di Indonesia. Bahkan, istilah mudik yang lekat dengan momen Lebaran juga memiliki makna mendalam.

“Tidak ada di negara lain tradisi seperti ini. Bahkan istilah mudik pun unik. Mudik itu bukan sekadar kembali ke udik atau kampung halaman, tetapi secara spiritual adalah kembali kepada keaslian diri, kembali kepada fitrah manusia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga memaparkan konsep sederhana yang ia sebut sebagai “3R, 3O, dan 3S” dalam memaknai halal bihalal. Ia memulai dengan 3R, yakni refreshing, reunion, dan recreation.

“Yang pertama adalah refreshing. Mudik itu menyegarkan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual dan sosial. Secara spiritual, kita kembali kepada fitrah setelah Ramadan. Secara sosial, kita menyegarkan hubungan dengan saling memaafkan,” katanya.

Ia menjelaskan, kesempurnaan ibadah tidak hanya ditentukan oleh kebersihan spiritual, tetapi juga kebersihan sosial.

“Kesempurnaan spiritual itu ditentukan oleh kesempurnaan relasi sosial. Karena itu kita saling mengucapkan mohon maaf lahir dan batin sebagai bentuk penyempurnaan itu,” ujarnya.

R kedua adalah reunion, yakni momentum untuk kembali bersatu.

“Reunion itu artinya kita bersatu kembali. Setelah saling memaafkan, kita rukun lagi, damai lagi. Itulah makna kebersamaan yang diperkuat dalam halal bihalal,” ungkapnya.

Sementara R ketiga adalah recreation, yang dimaknai lebih dari sekadar rekreasi.

“Recreation itu bukan sekadar piknik. Ini adalah suasana ketika pikiran kita segar, sehingga melahirkan ide, gagasan, dan semangat baru. Dari perjalanan dan pertemuan dengan banyak orang, kita mendapatkan insight dan pencerahan,” kata Abdul Mu’ti.

Selain 3R, ia juga menekankan pentingnya 3O, yaitu open mind, open heart, dan open attitude dalam menjalani tradisi halal bihalal.

“Yang pertama open mind. Jadilah orang yang berpikiran terbuka, mau belajar dari siapa saja. Jangan merasa paling benar atau paling hebat,” ujarnya.

Kemudian open heart, yakni memiliki hati yang lapang untuk memaafkan.

“Kita tidak bisa memaafkan kalau hati kita sempit. Orang yang hatinya lapang itu mudah memaafkan, karena dia memahami bahwa kesalahan sering kali terjadi bukan karena kesengajaan, tetapi karena perbedaan budaya atau keterbatasan pengetahuan,” jelasnya.

Melalui momentum halal bihalal, Abdul Mu’ti berharap seluruh jajaran Kemendikdasmen dapat memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat kerja ke depan.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperbarui diri, memperbaiki hubungan, dan membangun semangat baru dalam bekerja dan mengabdi,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru