Ganjar: Selamat Jalan Doni Monardo, Sang Pekerja Keras dan Pencinta Lingkungan – Kenang Kecintaannya pada Tanaman Langka

- Penulis

Senin, 4 Desember 2023 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo bersama  Dr (HC) Doni Monardo

Ganjar Pranowo bersama Dr (HC) Doni Monardo

JAKARTA (Poskota) – Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, mengagumi sosok Dr (HC) Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021, sebagai figur yang pekerja keras dan mencintai lingkungan.

Pada Minggu (3/12/2023), Doni berpulang dalam usia 60 tahun di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

“Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo. Saya mengenal almarhum sebagai seorang pekerja keras dan pencinta lingkungan,” kata Ganjar, Senin. (4/12/2023).

Sebelum wafat, Doni menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi sejak 22 September 2023, dan Ganjar sempat menjenguknya di sana.

“Saat menengok, saya bertemu dengan Ibu Doni Monardo dan putrinya,” ungkap Ganjar.

Selama hidupnya, Doni dan Ganjar Pranowo banyak bekerja sama dalam penanganan bencana, terutama pada masa pandemi Covid-19. Di samping itu, kecintaan Doni pada tanaman juga semakin membuat keduanya akrab.

“Pak Doni ini tentara yang sangat mencintai tanaman. Dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman,” tutur Ganjar.

Doni juga pernah mengajak Ganjar untuk mengambil bibit pohon dari Maluku. Sayangnya, rencana tersebut tidak terealisasi hingga akhir hayat Doni. “Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya,” ujarnya.

Doni Monardo adalah seorang tentara yang peduli pada kelestarian lingkungan, khususnya pada tanaman langka di Tanah Air, seperti Pohon Masoya dari Maluku yang bisa dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan parfum.

“Kita jaga alam, alam jaga kita,” ucap Doni dalam menjaga keberlanjutan semesta.

Ekstrak Pohon Masoya diambil dari kulit atau daun pohon. Kadar ekstrak di kulit pohon lebih banyak dibandingkan yang tersimpan di daun. Masoya memiliki daun lebar. Jika dipetik dan diremas-remas, daunnya mengeluarkan bau khas yang sangat menyengat dan sulit hilang. Tak hanya di Maluku, Pohon Masoya juga dapat ditemukan di tanah Papua yang biasa disebut Pohon Masohi.

“Selamat jalan, sahabat!” ucap Ganjar Pranowo untuk mengenang kenangan bersama Doni Monardo. (**)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru