DPR Dorong Pertamina Tingkatkan Produksi Migas dan Akuisisi Ladang Minyak untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ateng Sutisna (dok. pribadi)

Ateng Sutisna (dok. pribadi)

JAKARTA – Komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional dinilai harus diwujudkan melalui langkah yang lebih agresif. Salah satunya dengan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) serta memperluas akuisisi ladang migas, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi PT Pertamina sebagai perusahaan energi berkelas dunia sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, jajaran direksi PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina EP Regional 2, PT Pertamina EP Zona 7, PT PLN (Persero), PT PLN UID Jawa Barat, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, Ateng mengapresiasi upaya Pertamina yang terus berkomitmen meningkatkan produksi migas nasional. Namun menurutnya, peningkatan produksi harus diiringi strategi ekspansi yang lebih berani agar perusahaan pelat merah tersebut mampu bersaing dengan perusahaan energi global.

“Saya mengapresiasi komitmen Pertamina dalam meningkatkan produksi migas. Saat ini Pertamina sudah berada di level perusahaan energi kelas dunia. Karena itu, saya ingin mengetahui apakah ada rencana melakukan akuisisi ladang minyak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai langkah untuk memperbesar kapasitas produksi nasional,” ujar Ateng.

Ia juga meminta penjelasan mengenai target peningkatan produksi yang akan dicapai melalui kegiatan eksplorasi, eksploitasi, maupun kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Menurut Ateng, pemerintah bersama Pertamina perlu memiliki target produksi yang jelas dan terukur agar kebijakan peningkatan lifting minyak dapat dievaluasi secara objektif dari waktu ke waktu.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti kerja sama pengelolaan sejumlah sumur migas yang dinilai belum memberikan hasil optimal.

“Kalau memang ada mitra yang kinerjanya tidak maksimal, tentu harus segera dievaluasi. Jangan sampai potensi produksi minyak nasional tertahan karena kerja sama yang tidak berjalan efektif,” tegasnya.

Selain membahas sektor migas, Ateng juga mengangkat persoalan ketersediaan gas LPG untuk mendukung aktivitas pertanian di daerah pemilihannya, Jawa Barat IX.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banyak petani kini beralih menggunakan LPG sebagai bahan bakar pompa air irigasi karena dinilai lebih praktis sekaligus mampu menekan biaya operasional.

Menurutnya, penggunaan LPG dapat menghemat pengeluaran petani hingga sekitar Rp4 juta dalam satu musim tanam.

“Penghematan ini sangat membantu petani. Karena itu saya meminta Pertamina memastikan pasokan LPG tetap tersedia, terutama saat musim tanam hingga menjelang panen agar kegiatan pertanian tidak terganggu,” katanya.

Ateng menyebut kebutuhan LPG untuk sektor pertanian cukup tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Subang, seperti Kecamatan Cipunagara, Pagaden, Cibogo, Pamanukan, Cikaum, Compreng, dan Binong. Kebutuhan serupa juga terdapat di Kecamatan Ligung, Jatitujuh, Kertajati, serta Sumberjaya di Kabupaten Majalengka, hingga kawasan sekitar Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang.

Ia mengingatkan bahwa gangguan pasokan energi pada musim tanam berpotensi memicu gagal panen dan merugikan petani.

Dalam kesempatan yang sama, Ateng juga meminta PT PLN (Persero) ikut memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya melalui penyediaan jaringan listrik di kawasan persawahan sekitar Bendungan Jatigede.

Menurutnya, masyarakat di sekitar bendungan telah kehilangan sebagian lahan pertanian akibat pembangunan waduk. Karena itu, lahan yang masih tersisa perlu mendapat dukungan infrastruktur agar produktivitasnya tetap terjaga.

“Saya berharap PLN dapat membantu penyediaan jaringan listrik menuju area persawahan di sekitar Jatigede sehingga petani dapat memanfaatkan pompa listrik untuk irigasi. Bendungan Jatigede telah memberikan manfaat besar bagi sistem kelistrikan nasional, sehingga masyarakat di sekitarnya juga harus ikut merasakan manfaat tersebut,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ateng berharap sinergi antara pemerintah, Pertamina, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Kemandirian energi harus berjalan beriringan dengan ketahanan pangan. Ketika kebutuhan energi petani terpenuhi dan produksi migas nasional terus meningkat, maka daya tahan ekonomi masyarakat pun akan semakin kuat,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru