SERDANG BEDAGAI – Nasib nahas menimpa lima nelayan tradisional asal Kampung Buantan, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Sampan atau perahu yang mereka tumpangi disambar petir saat mencari ikan di tengah laut, Kamis (5/11/2026) dini hari.
Peristiwa tragis sekitar pukul 03.30 WIB itu mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia, satu orang kritis, sementara dua lainnya berhasil selamat.
Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Khamsani (24), yang bertugas sebagai tekong atau nakhoda sampan, dan Ahmad Tahir (35), warga Dusun I Keramat Asam, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin.
Sementara itu, Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan, mengalami kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.
Hingga Kamis, korban masih mendapatkan perawatan medis dengan bantuan infus di rumahnya yang berada tidak jauh dari Puskesmas Tanjung Beringin.
Adapun dua nelayan yang selamat adalah Jong Kawadi (48) dan Dila (40), keduanya warga Dusun IV Kampung Buantan.
Berdasarkan keterangan Jong Kawadi, saat kejadian mereka sedang mencari ikan di kawasan Tuasan Tamban, sekitar sembilan mil dari bibir pantai. Sampan tengah bertambat, sementara jaring masih ditebar di dasar laut.
Cuaca saat itu memburuk. Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan perairan tersebut. Ketika para nelayan sedang beristirahat di atas sampan, tiba-tiba petir menyambar bagian belakang perahu.
“Saat itu kami sedang istirahat sambil bertambat, jaring masih berada di dasar laut. Tiba-tiba petir dengan keras menghantam bagian belakang sampan,” tutur Jong Kawadi dengan suara bergetar saat mengenang kejadian tersebut.
Dentuman petir itu membuat tiga rekannya yang berada di bagian belakang sampan tergeletak tak bergerak. Jong bersama Dila sempat berusaha membangunkan mereka, tetapi tidak mendapat respons.
Dalam keadaan panik, keduanya akhirnya memutus tali jaring yang masih berada di laut. Mereka kemudian mengarahkan sampan menuju perahu nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta bantuan dan petunjuk arah kembali ke daratan.
Setelah mendapatkan arahan, keduanya membawa sampan menuju Kuala Bedagai atau Kuala Tanjung Beringin.
Informasi yang diterima pada Kamis sore menyebutkan, kedua jenazah korban telah dimakamkan. Kapolsek Tanjung Beringin juga terlihat mendatangi rumah duka setelah prosesi pemakaman.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional ketika melaut, terutama saat cuaca buruk dan hujan disertai petir melanda kawasan perairan.
Penulis : andy ebiet
Editor : ameri






