Disambar Petir Saat Melaut di Sergai, Dua Nelayan Tewas, Satu Kritis

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan, mengalami kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. (foto. andy ebiet)

Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan, mengalami kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. (foto. andy ebiet)

SERDANG BEDAGAI – Nasib nahas menimpa lima nelayan tradisional asal Kampung Buantan, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Sampan  atau perahu yang mereka tumpangi disambar petir saat mencari ikan di tengah laut, Kamis (5/11/2026) dini hari.

Peristiwa tragis sekitar pukul 03.30 WIB itu mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia, satu orang kritis, sementara dua lainnya berhasil selamat.

Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Khamsani (24), yang bertugas sebagai tekong atau nakhoda sampan, dan Ahmad Tahir (35), warga Dusun I Keramat Asam, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin.

Sementara itu, Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan, mengalami kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Hingga Kamis, korban masih mendapatkan perawatan medis dengan bantuan infus di rumahnya yang berada tidak jauh dari Puskesmas Tanjung Beringin.

Adapun dua nelayan yang selamat adalah Jong Kawadi (48) dan Dila (40), keduanya warga Dusun IV Kampung Buantan.

Berdasarkan keterangan Jong Kawadi, saat kejadian mereka sedang mencari ikan di kawasan Tuasan Tamban, sekitar sembilan mil dari bibir pantai. Sampan tengah bertambat, sementara jaring masih ditebar di dasar laut.

Cuaca saat itu memburuk. Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan perairan tersebut. Ketika para nelayan sedang beristirahat di atas sampan, tiba-tiba petir menyambar bagian belakang perahu.

“Saat itu kami sedang istirahat sambil bertambat, jaring masih berada di dasar laut. Tiba-tiba petir dengan keras menghantam bagian belakang sampan,” tutur Jong Kawadi dengan suara bergetar saat mengenang kejadian tersebut.

Dentuman petir itu membuat tiga rekannya yang berada di bagian belakang sampan tergeletak tak bergerak. Jong bersama Dila sempat berusaha membangunkan mereka, tetapi tidak mendapat respons.

Dalam keadaan panik, keduanya akhirnya memutus tali jaring yang masih berada di laut. Mereka kemudian mengarahkan sampan menuju perahu nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta bantuan dan petunjuk arah kembali ke daratan.

Setelah mendapatkan arahan, keduanya membawa sampan menuju Kuala Bedagai atau Kuala Tanjung Beringin.

Informasi yang diterima pada Kamis sore menyebutkan, kedua jenazah korban telah dimakamkan. Kapolsek Tanjung Beringin juga terlihat mendatangi rumah duka setelah prosesi pemakaman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional ketika melaut, terutama saat cuaca buruk dan hujan disertai petir melanda kawasan perairan.

 

Penulis : andy ebiet

Editor : ameri

Berita Terkait

Kesaksian Nelayan Selamat dari Sambaran Petir di Sergai: Tiga Rekan Tergeletak di Belakang Sampan
Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong
Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot
Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut
Dari Membatik hingga Musik Kontemporer, DK3B Bekasi Ajak Pelajar Berkreasi
Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Tri Adhianto: Kemenangan Ini Milik Rakyat
Wartawan Diduga Diusir dan Dihina Kadis DLH Bekasi, Frits Saikat Desak Pemkab Bertindak
Penertiban Bangunan Liar di Bekasi, Area Parkir Masjid Amanah Akan Ditata Kembali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WIB

Kesaksian Nelayan Selamat dari Sambaran Petir di Sergai: Tiga Rekan Tergeletak di Belakang Sampan

Kamis, 5 November 2026 - 18:33 WIB

Disambar Petir Saat Melaut di Sergai, Dua Nelayan Tewas, Satu Kritis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Tebar Kepedulian di Padurenan, 234 SC Mustika Jaya Perkuat Semangat Gotong Royong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Dugaan Penghalangan Pers Memanas, Ratusan Wartawan Desak Kadis LH Bekasi Dicopot

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Pemuda Pancasila Bekasi Gelar Aksi Damai, Persoalkan Dugaan Larangan Pakai Seragam dan Atribut

Berita Terbaru