Topik Kecelakaan Laut

TNI AL saat evakuasi korban selamat dari musibah tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa 01 (foto. dispenal)

Militer

KRI Marlin-877 Selamatkan Dua Korban KLM Nurul Salsa 01 yang Tenggelam di Perairan Selayar

Militer | Senin, 20 Juli 2026 - 20:40 WIB

Senin, 20 Juli 2026 - 20:40 WIB

Keberhasilan evakuasi yang dilakukan pada Minggu (19/7/2026) itu merupakan bagian dari Operasi Search and Rescue (SAR) yang digelar secara intensif sejak kapal dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026). Hingga kini, pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan.

Lanal Labuan Bajo bergerak cepat pencarian dua wisatawan asal Tiongkok (dok. dispenal)

Militer

TNI AL Kerahkan Tim Penyelam, Dua Wisatawan Asal Tiongkok yang Tenggelam di Pulau Kelor Ditemukan

Militer | Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:05 WIB

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:05 WIB

Koordinasi yang solid antartim membuahkan hasil. Korban kedua berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 23 meter. Setelah dipastikan berada dalam kondisi meninggal dunia, jenazah dievakuasi ke permukaan dengan mengikuti prosedur keselamatan penyelaman.

TNI AL bergerak cepat merespons insiden tenggelamnya kapal ikan KM Mitra Jaya di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan (foto. dispenal)

Militer

TNI AL, SAR, dan Nelayan Bersatu Cari Dua Korban KM Mitra Jaya yang Tenggelam

Militer | Kamis, 4 Juni 2026 - 07:44 WIB

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:44 WIB

Informasi yang dihimpun menyebutkan, KM Mitra Jaya yang dinakhodai Kahwi berangkat dari Tangkahan Tanjung Leidong menuju Perairan Tanjung Api pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kapal tersebut membawa 23 anak buah kapal (ABK) untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pukat teri.

Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Banjarmasin-592 saat lakuka pencarian dan penyelamatan kapal ikan KM Putra Kwantan (dok. dispenal)

Militer

KRI Banjarmasin Selamatkan 12 ABK Kapal Ikan Terbalik di Laut Arafura

Militer | Selasa, 20 Januari 2026 - 11:10 WIB

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:10 WIB

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Cuaca ekstrem membuat upaya penurunan perahu karet (RHIB) harus dibatalkan demi keselamatan personel. Dengan kondisi bangkai kapal yang terus tenggelam, Komandan KRI Banjarmasin mengambil keputusan taktis dengan menempelkan lambung kanan kapal perang ke badan kapal nelayan tersebut.