Desa di RI dengan Penghasilan Belasan Milyar per Tahun, Kok Bisa? Simak Penjelasannya !

- Penulis

Sabtu, 1 Maret 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Lanskap Desa. (google)

Ilustrasi Lanskap Desa. (google)

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyoroti masih banyaknya desa yang memiliki potensi ekspor tetapi belum tergarap secara maksimal. Padahal, berbagai produk unggulan desa memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Menteri Desa dan PDTT, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pihaknya bertekad menciptakan ribuan desa ekspor melalui berbagai program strategis, mulai dari pembinaan hingga akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan ribuan desa ekspor. Dengan sinergi kuat bersama Kementerian Perdagangan, kami ingin memastikan potensi besar di desa tidak hanya sekadar ada, tetapi benar-benar menjadi sumber pendapatan yang membanggakan. Ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden,” ujar Yandri dalam konferensi pers usai penandatanganan nota kesepakatan (MoU) untuk mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, Kamis (27/2/2025).

Yandri mengungkapkan bahwa kendala utama desa dalam menembus pasar ekspor adalah keterbatasan akses pemasaran. Padahal, beberapa desa telah menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam ekspor produk khas mereka.

Sebagai contoh, Desa Kendang ‘Djembe’ di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mampu meraup pendapatan hingga Rp 17,5 miliar per tahun dari ekspor alat musik jimbe ke China. Selain itu, ada Desa Gula Aren, Desa Udang Paname, hingga Desa Ikan Nila yang juga memiliki potensi ekspor besar.

“Kami ingin desa-desa ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai penyumbang devisa negara. Madu, kopi, dan produk unggulan lainnya dari desa-desa di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, hingga Kalimantan Timur punya peluang besar untuk masuk pasar global,” jelas Yandri.

Kemendes PDTT berencana memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha desa agar mereka bisa lebih memahami proses ekspor, termasuk standar kualitas produk dan strategi pemasaran.

“Jangan sampai potensi desa hanya jadi cerita tanpa hasil nyata. Jika kita fasilitasi dengan baik, desa-desa ini bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang kita cita-citakan,” pungkas Yandri. (RK)

Penulis : Rahmat Kurnia

Editor : Erka

Berita Terkait

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal
Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru