Cerita Misteri: Kereta Hantu dan Jeritan Penumpang dari Alam Gaib

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta hantu -ilustrasi ai

Kereta hantu -ilustrasi ai

MALAM  itu, hujan turun rintik-rintik di kawasan Bintaro. Udara terasa berat dan angin berhembus pelan, seakan membawa bisikan-bisikan dari masa lalu. Di jalur rel yang sunyi, seorang pemuda bernama Raka berjalan pulang melewati lintasan yang terkenal angker itu.

Raka sudah sering mendengar cerita tentang Tragedi Bintaro, kecelakaan kereta api paling tragis dalam sejarah Indonesia yang merenggut 156 nyawa. Namun, ia tak pernah percaya dengan kisah-kisah mistis yang sering diceritakan orang-orang.

Malam itu, semuanya berubah.

Saat melewati rel tua yang kini jarang digunakan, Raka mendengar suara derap langkah di belakangnya. Ia menoleh, tetapi tidak ada siapa pun. Hatinya mulai gelisah, tetapi ia tetap melangkah. Tiba-tiba, suara peluit kereta terdengar nyaring di kejauhan. Jantungnya berdegup kencang.

“Tidak mungkin,” gumamnya. “Kereta malam sudah tidak lagi melintas di sini.”

Namun, suara gemuruh itu semakin mendekat. Dari kejauhan, samar-samar Raka melihat cahaya lampu besar—terang dan menembus kegelapan. Seperti kereta tua yang melaju kencang tanpa pengendali. Saat cahaya itu semakin dekat, ia mulai melihat sosok-sosok di dalam gerbong—penumpang dengan wajah pucat, mata kosong, dan tubuh bersimbah darah.

Salah satu sosok itu menatapnya, seorang wanita dengan wajah penuh luka, bibirnya bergerak tanpa suara, seakan ingin menyampaikan sesuatu. Ketika kereta itu melintas, suara jeritan memilukan terdengar, menggema di seluruh kawasan.

Raka membeku. Tubuhnya tak bisa bergerak. Namun, dalam sekejap, kereta itu lenyap, menyisakan kesunyian yang mencekam. Hanya suara angin yang berhembus pelan, seolah-olah membawa kesedihan yang tak kunjung padam.

Dengan nafas tersengal, Raka mencoba melangkah kembali, tetapi langkahnya terasa berat. Ia menunduk dan melihat kakinya menginjak sesuatu—selembar tiket kereta yang sudah lusuh dan sobek. Dengan gemetar, ia mengambilnya dan membaca tulisan di atasnya: “Merak-Rangkasbitung, 19 Oktober 1987.”

Jantungnya hampir berhenti. Itu adalah tanggal Tragedi Bintaro terjadi.

Tiba-tiba, udara di sekitarnya menjadi lebih dingin. Bisikan-bisikan lirih mulai terdengar di telinganya, menyebut namanya berulang kali. “Raka… Raka…”

Ia berbalik dan melihat sosok wanita yang tadi ada di gerbong kini berdiri di tengah rel, tubuhnya transparan dengan tatapan kosong yang menyayat hati. Bibirnya bergerak-gerak sebelum akhirnya mengucapkan kata-kata yang membuat darah Raka membeku:

“Tolong… cari aku…”

Tanpa berpikir panjang, Raka berlari sekuat tenaga, meninggalkan rel angker itu. Namun, malam-malam berikutnya, mimpi buruk terus menghantuinya. Ia selalu melihat sosok wanita itu, berdiri di ujung rel, menunggunya. Dan suara kereta itu… masih terdengar, semakin dekat… semakin nyata…

Sejak malam itu, Raka tak pernah lagi meragukan kisah tentang Tragedi Bintaro. Dan bagi mereka yang berani melewati rel itu di malam hari, bersiaplah—karena suara kereta dan jeritan penumpangnya masih terdengar hingga kini.

Penulis : regardo

Editor : regardo

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru