Burhanuddin Abdullah Gagas Ruang Ekonomi Antarbangsa, Bidik Peluang Investasi Lintas Negara

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah. (dok. rentak.id)

Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Peluang kerja sama ekonomi lintas negara menjadi perhatian Burhanuddin Abdullah. Tokoh organisasi dan dunia usaha ini menggagas pembentukan Ruang Informasi Ekonomi Antarbangsa, sebuah wadah untuk mempertemukan pengusaha, masyarakat, dan calon mitra internasional dalam menjajaki peluang bisnis serta investasi di berbagai sektor.

Gagasan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menerima kunjungan silaturahmi sejumlah rekan media di kediamannya, Minggu (11/10/2026).

Menurut Burhanuddin, komunikasi dan pertukaran informasi yang tepercaya menjadi modal penting untuk membuka kerja sama ekonomi yang lebih luas. Hubungan bisnis antarnegara, kata dia, juga perlu dibangun di atas kepercayaan, persaudaraan, dan kepentingan bersama.

“Sinergi ini bukan sekadar mengenai bisnis dan ekonomi, tetapi juga membangun ikatan informasi dan rasa kekeluargaan antarbangsa demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” ujar Burhanuddin.

Ia berharap ruang informasi tersebut dapat menjadi penghubung bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengenali potensi pasar, menemukan mitra bisnis, serta menjajaki peluang investasi di luar negeri.

Burhanuddin melihat Indonesia memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kemitraan internasional. Sejumlah sektor yang dinilai berpeluang dijajaki antara lain pertambangan, perikanan, pertanian, pariwisata, perdagangan, energi, perkebunan, logistik, transportasi laut, hingga penyediaan tenaga kerja Indonesia.

Di sektor pertambangan, peluang kerja sama mencakup komoditas emas, bauksit, nikel, pasir, silikon, dan batu bara. Sementara itu, sektor perikanan dan pertanian dapat diarahkan pada pengembangan sumber daya alam serta penguatan ketahanan pangan.

Pariwisata juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kemitraan dengan pelaku usaha dari berbagai negara, termasuk dalam pengembangan destinasi dan ekosistem wisata unggulan.

Adapun sektor perdagangan dan energi membuka ruang penjajakan kerja sama dalam distribusi barang dan jasa serta pengembangan pasokan energi. Di bidang logistik dan transportasi laut, peluang yang disebutkan meliputi jasa pengangkutan dan penyewaan kapal tongkang maupun kapal tunda (tugboat).

Ketersediaan tenaga kerja Indonesia turut menjadi bagian dari potensi tersebut, dengan tetap memperhatikan kebutuhan industri, kompetensi pekerja, serta ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Melalui Ruang Informasi Ekonomi Antarbangsa, Burhanuddin berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenali dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

Menurut dia, pertukaran informasi yang terbuka dan bertanggung jawab dapat membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan peluang pasar dan calon mitra potensial.

“Informasi yang tepat dan dapat dipercaya diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat dan pengusaha untuk membuka jaringan, menjajaki peluang usaha, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” demikian gagasan yang disampaikan Burhanuddin.

Meski demikian, peluang yang teridentifikasi melalui wadah tersebut tetap perlu ditindaklanjuti dengan proses yang terukur. Kajian kelayakan bisnis, verifikasi calon mitra, kepastian perizinan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi aspek penting sebelum kerja sama direalisasikan.

Dengan pendekatan kolaboratif, Ruang Informasi Ekonomi Antarbangsa diharapkan berkembang menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi yang memperluas jaringan bisnis Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Panas Bumi Gunung Ciremai Kembali Dilelang, Ateng Sutisna Soroti Risiko Lingkungan
BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton
AHY Kunjungi Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Kampus dan Infrastruktur Air Bersih
AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan
Biaya Haji 2027 Disepakati, Jamaah Reguler Efektif Bayar Rp23,24 Juta
Sekolah Rakyat di Sulbar Dibangun Besar-besaran, Mamuju Tampung 1.260 Siswa
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Burhanuddin Abdullah Gagas Ruang Ekonomi Antarbangsa, Bidik Peluang Investasi Lintas Negara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Panas Bumi Gunung Ciremai Kembali Dilelang, Ateng Sutisna Soroti Risiko Lingkungan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:48 WIB

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

AHY Kunjungi Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Kampus dan Infrastruktur Air Bersih

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan

Berita Terbaru