Bulog Tegaskan Komitmen Jaga Kemandirian Pangan dan Stabilitas Harga Beras

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdani. (foto. lazir)

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdani. (foto. lazir)

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga kemandirian pangan nasional dan memastikan harga beras tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penegasan itu ia sampaikan dalam Forum Legislasi bertema “RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untukKemandirian Pangan Indonesia” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI, Rabu (26/11/2025).

Rizal menjelaskan bahwa semangat kerja Bulog berangkat dari arahan Presiden RI terkait pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mungkin berawal dari asas Bapak Presiden, karena di sini peran Bulog diawali bukan hanya dari tugas undang-undang, tetapi dari semangat beliau. Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa kemandirian pangan menjadi hal yang paling utama dan sentral untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Rizal, dua cita utama yang harus dijaga Bulog adalah terpenuhinya kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Pembelian gabah dari petani harus memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Itu amanahnya,” katanya.

Rizal memaparkan bahwa Bulog menjaga harga beras dari Sabang sampai Merauke sesuai zonasi yang ditetapkan pemerintah.

Harga pembelian gabah di tingkat petani dipatok Rp6.500 per kilogram, sementara harga konsumsi dijaga agar tidak melebihi batas yang sudah diatur.

“Bagaimana menyenangkan petani dan bagaimana juga menyenangkan konsumen — dua-duanya harus win-win solution. Dengan harga Rp6.500 ini, petani di berbagai daerah, baik di Jawa, Sumatera, maupun NTB, merasa wajar dan cukup menguntungkan. Banyak petani bisa umrah, beli mobil, beli motor, bahkan ada yang menikah lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, harga beras untuk konsumen juga dijaga tetap stabil dan terjangkau. “Ini yang terus kami jaga agar keseimbangan tetap terpelihara,” tambahnya.

Rizal mengungkapkan bahwa Presiden pernah menyampaikan harapan agar Bulog kembali kuat seperti era Bustanil Arifin.

“Beliau berpesan, ‘Rizal, bagaimana Bulog supaya hebat seperti zamannya Bustanil Arifin.’ Itu menjadi motivasi kami memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Berita Terbaru