JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional menjelang 2026. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Perum Bulog yang digelar di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Dalam rapat kerja tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana strategis Bulog membangun 100 gudang baru yang akan diprioritaskan di kabupaten dan kota yang belum memiliki fasilitas penyimpanan memadai, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) seperti Nias Selatan dan Morotai.
Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan efisiensi biaya distribusi sekaligus memastikan stok pangan tetap aman, khususnya ketika akses transportasi terganggu akibat faktor cuaca.
“Pembangunan gudang ini kita arahkan ke daerah yang belum punya fasilitas penyimpanan, termasuk wilayah 3T. Dengan begitu, distribusi lebih efisien dan stok tetap terjaga meskipun cuaca tidak bersahabat,” ujar Rizal.
Bulog juga akan menyesuaikan desain gudang dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di sentra produksi pangan, gudang akan dilengkapi dengan Rice Milling Unit (RMU), dryer, dan fasilitas pascapanen lainnya. Sementara di daerah kepulauan yang tidak memiliki lahan pertanian luas, gudang difungsikan terutama sebagai tempat penyimpanan sementara.
“Kalau wilayahnya sentra produksi pangan, itu dilengkapi dengan RMU dan dryer. Tapi kalau di kepulauan yang tidak punya sentra pangan, hanya gudang saja,” terang Rizal.
Setiap gudang nantinya akan memiliki kapasitas bervariasi, mulai dari 1.000 ton hingga 7.000 ton, disesuaikan dengan luas lahan dan potensi pertanian di daerah tersebut. Untuk menentukan lokasi prioritas, Bulog akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar pembangunan sejalan dengan peta produksi pangan nasional.
Rizal menargetkan seluruh gudang dapat selesai dibangun dalam waktu satu tahun sehingga siap menampung hasil panen raya pada 2026. Pembangunan akan dipercepat dengan menyesuaikan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
“Kita inginnya 100 gudang itu setahun jadi. Begitu cuaca bagus, langsung kita kerjakan,” tegasnya.
Di hadapan jajaran direksi, kepala divisi, dan pimpinan kantor wilayah Bulog seluruh Indonesia, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Bulog akan terus memperkuat peran sebagai buffer stock sekaligus penyangga harga untuk komoditas pangan strategis, khususnya beras.
“Tugas utama kita adalah memastikan stok cukup, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang masa-masa rawan seperti hari besar keagamaan dan musim paceklik,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Bulog telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri, penguatan jaringan gudang dan distribusi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau pergerakan stok dan harga di lapangan secara real time.
Rapat kerja yang berlangsung sehari penuh ini juga membahas evaluasi kinerja Bulog sepanjang 2025, termasuk realisasi penyerapan gabah/beras, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta keberlanjutan program transformasi bisnis perusahaan sebagai BUMN pangan yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan












