AHY Raih Nanyang Distinguished Alumni Award 2025, Tegaskan Peran Kampus dalam Pembangunan Infrastruktur Adaptif Bencana

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat di Universitas Diponegoro (dok. rentak.id)

AHY saat di Universitas Diponegoro (dok. rentak.id)

JAKARTA – Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima Nanyang Distinguished Alumni Award 2025, penghargaan tertinggi bagi alumni Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Penganugerahan berlangsung pada Jumat (21/11/2025) dan diberikan kepada alumni yang dianggap memiliki kontribusi luar biasa bagi masyarakat, bangsa, maupun komunitas global.

Penghargaan prestisius ini merupakan level tertinggi dari Nanyang Alumni Awards, sebuah program apresiasi yang digelar NTU sejak 2005 untuk menghormati tokoh-tokoh berpengaruh di tingkat nasional, regional, dan internasional.

NTU menilai Menko AHY layak menerima penghargaan karena kiprahnya dalam bidang pertahanan, pelayanan publik, serta pembangunan nasional. Dalam perannya sebagai Menko, ia memimpin sejumlah program strategis penguatan infrastruktur dan percepatan pembangunan wilayah di Indonesia.

Tak hanya itu, AHY juga aktif mengembangkan kepemimpinan generasi muda melalui The Yudhoyono Institute serta berbagai inisiatif sosial.

“NTU mengajarkan saya berpikir kritis dan strategis, memandang kepemimpinan dari perspektif yang lebih luas,” ujar AHY.

menegaskan bahwa pengalaman akademiknya di Singapura menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier, termasuk saat memutuskan meninggalkan militer dan mengabdi melalui jalur politik.

Menurutnya, kebijakan publik yang baik harus dibangun dari data, empati, dan ilmu pengetahuan. “Kekuatan harus selalu diarahkan oleh wawasan dan kebijaksanaan,” tegasnya.

Usai menerima penghargaan internasional tersebut, Menko AHY melanjutkan agenda dengan memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada Kamis (27/11/2025). Di hadapan civitas academica, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan bencana

AHY menyebut kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura)—termasuk Semarang dan Demak—menghadapi ancaman besar akibat penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, dan banjir rob.

“Kalau tidak ditangani dengan baik, tenggelam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan sejak awal. “Anggaran rehabilitasi biasanya lebih besar dibanding mengantisipasinya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, perguruan tinggi adalah mitra strategis.”

Menko AHY memberikan apresiasi atas inovasi Undip dalam teknologi penyediaan air bersih berbasis desalinasi yang dikombinasikan dengan panel surya. Ia bahkan menyatakan minat untuk meninjau langsung proyek hybrid di kawasan muara Demak.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menjelaskan bahwa kampus berada di wilayah yang merasakan langsung dampak krisis pesisir, sehingga riset diarahkan pada kebutuhan masyarakat. Teknologi desalinasi yang dikembangkan Undip mampu memproduksi 270 liter per hari, sekaligus memanfaatkan energi terbarukan.

Dalam penutup kuliahnya, AHY menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.

“Undip termasuk yang maju di urusan ini. Saya ingin terus berkolaborasi dan mendorong fokus pada penyelamatan lingkungan dan masa depan dunia kita,” ujarnya.

Acara tersebut juga ditandai penandatanganan kerja sama Tri Dharma antara Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan Undip, khususnya di bidang infrastruktur adaptif bencana, tata ruang, dan ketahanan pesisir.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Berita Terbaru