JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan 228 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan melalui skema kerjasama antar pemerintah (Government to Government/G to G).
Acara pelepasan yang berlangsung di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi momen penting karena selain melibatkan PMI, acara ini juga merupakan perpisahan resmi Benny Rhamdani sebagai Kepala BP2MI.
Dalam pidato perpisahannya, Benny menyatakan bahwa pelepasan kali ini adalah yang terakhir dalam masa jabatannya. Hal ini disebabkan oleh perubahan kelembagaan yang akan terjadi seiring dengan terbentuknya Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada masa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Transformasi BP2MI menjadi kementerian tersebut dipandang sebagai langkah besar dalam memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja migran Indonesia.
“Saya pastikan bahwa ini adalah acara pelepasan terakhir yang saya pimpin sebagai Kepala BP2MI. Setelah ini, BP2MI akan berubah menjadi kementerian,” ujar Benny, Minggu (20/10/2024).
Benny juga tak lupa memberikan ucapan selamat kepada 228 PMI yang telah terpilih untuk bekerja di Korea Selatan. Dia menegaskan bahwa perubahan status BP2MI menjadi kementerian akan membawa banyak manfaat dan peningkatan dalam hal perlindungan pekerja migran. Benny menyebut beberapa pencapaian penting selama masa jabatannya, termasuk berbagai fasilitas yang diberikan kepada PMI.
“Kami telah melakukan banyak perubahan signifikan, salah satunya adalah dengan memberikan pekerja migran berbagai penghormatan dari negara. Mulai dari penyediaan lounge khusus, layanan cepat (FasTrack), hingga pemberian surat penghargaan. Pekerja migran Indonesia kini dilepas secara terhormat sebagai pahlawan devisa. Ini adalah bukti nyata bahwa negara memberikan penghormatan tertinggi kepada PMI,” jelasnya.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BP2MI, Benny menegaskan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan hak-hak pekerja migran melalui jalur lain. Benny, yang dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap nasib PMI, menyampaikan bahwa perjuangannya belum selesai.
“Komitmen untuk terus berjuang bagi pekerja migran dan keluarganya akan saya lanjutkan. Saya merasa sudah terlanjur jatuh cinta kepada PMI dan keluarganya,” kata Benny dengan penuh emosi.
Benny juga berharap bahwa transformasi dan berbagai perubahan yang telah dicapai selama masa kepemimpinannya dapat dilanjutkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang akan dibentuk di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia berharap agar pemerintah dan menteri yang baru tetap berkomitmen memberikan perlindungan terbaik bagi para pekerja migran.
“Mudah-mudahan ini menjadi komitmen pemerintah baru dan menteri yang akan datang. Saya juga memohon maaf jika selama kepemimpinan saya ada kekeliruan atau kesalahan. Kepada para Pekerja Migran Indonesia, saya ucapkan selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan dan bekerja dengan baik di Korea Selatan,” tutup Benny, mengakhiri pidatonya.
Acara pelepasan ini tidak hanya menjadi penanda penting bagi perjalanan karir Benny Rhamdani di BP2MI, tetapi juga menjadi momentum baru bagi BP2MI yang akan bertransformasi menjadi kementerian yang lebih fokus dan terstruktur dalam memberikan perlindungan serta hak-hak pekerja migran Indonesia. ***






