Kemhan Gelar Forum Aksi Bela Negara untuk Pendidikan dan Masyarakat: Membangun Kesadaran Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Kamis, 26 September 2024 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Kemhan dalam Forum Komunikasi dan Koordinasi Pelaksanaan Aksi Bela Negara di Jakarta (lazir)

Kegiatan Kemhan dalam Forum Komunikasi dan Koordinasi Pelaksanaan Aksi Bela Negara di Jakarta (lazir)

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) baru saja mengadakan Forum Komunikasi dan Koordinasi Pelaksanaan Aksi Bela Negara di Jakarta, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kerjasama antar kementerian dan lembaga dalam melaksanakan Program Bela Negara tahun anggaran 2024. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih baik dalam membangun kesadaran bela negara di kalangan masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor pekerjaan.

Dalam acara tersebut, Dirjen Pothan Kemhan, Mayjen TNI Piek Budyakto, memberikan amanat yang dibacakan oleh Direktur Bela Negara Ditjen Pothan, Brigjen TNI G. Eko Sunarto. Ia menekankan bahwa sinergi antara berbagai instansi pemerintah, TNI, dan Polri sangat penting dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk Program Bela Negara.

“Melalui forum ini, kita berupaya untuk menjalin kolaborasi yang kuat dalam mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. Kesadaran bela negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap warga negara,” ujarnya, Jakarta 26 September 2024.

Direktur Bela Negara Ditjen Pothan, Brigjen TNI G. Eko Sunarto (lazir)

Beliau menambahkan bahwa setiap individu perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter. Kesadaran bela negara diharapkan dapat berfungsi sebagai modal sosial yang tangguh bagi bangsa, sehingga semua elemen masyarakat dapat bersatu dalam menjaga kedaulatan negara.

Saat ini, indeks kesadaran bela negara masyarakat Indonesia tercatat cukup tinggi, dengan angka di atas 3,3. Namun, Piek Budyakto mengingatkan bahwa angka tersebut perlu dipertahankan, terutama mengingat potensi ancaman terhadap stabilitas keamanan yang bisa muncul kapan saja. “Kita tidak boleh lengah, karena ketidakstabilan pernah terjadi, seperti di Papua pada 2019,” tegasnya.

Khusus untuk tahun ini, ada beberapa daerah yang menjadi fokus perhatian dalam Program Bela Negara. Piek Budyakto menyebutkan bahwa Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan adalah daerah yang memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan kesadaran bela negara. Beliau menjelaskan bahwa ada lima nilai inti yang harus diperkuat dalam upaya ini:

  1. Cinta Tanah Air: Memupuk rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air sebagai landasan semangat nasionalisme.
  2. Sadar Berbangsa dan Bernegara: Membangun kesadaran akan identitas sebagai bangsa Indonesia.
  3. Yakin Pancasila sebagai Ideologi: Menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa.
  4. Rela Berkorban Demi Bangsa: Mendorong setiap warga untuk siap berkorban demi kepentingan negara.
  5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara: Menyiapkan masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membela negara.

Beliau juga mencatat bahwa di Sulawesi Selatan, tantangan yang dihadapi khususnya dalam dua aspek: bangga berbangsa dan bernegara, serta kemampuan awal bela negara. Sementara itu, Kepulauan Riau dan Kalimantan Utara juga memerlukan perhatian untuk meningkatkan kesadaran ini.

“Jika kita bisa meningkatkan kesadaran ini, kita akan mampu menciptakan masyarakat yang lebih resilien dan siap menghadapi segala tantangan,” pungkasnya.

Melalui inisiatif ini, Kemhan berharap dapat membangun generasi yang tidak hanya memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga siap berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan integritas bangsa. Dengan sinergi yang kuat antar semua elemen masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat menjadi kenyataan. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru