JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi membuka pameran lukisan bertajuk “Padamu Negeri” yang digelar di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin malam, 2 September 2024. Pameran ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 TNI Angkatan Laut, yang jatuh pada 10 September mendatang.
Pameran tersebut diprakarsai oleh pelukis kenamaan Firdaus Alamhudi dan menampilkan 70 karya lukisannya yang mengusung beragam tema, termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL, tokoh nasional, kaligrafi, serta isu-isu kemanusiaan dan lingkungan hidup. Lukisan-lukisan ini tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga sarat dengan makna dan pesan patriotisme.
Yang menarik dari pameran ini adalah kehadiran karya-karya istimewa yang diciptakan dengan berbagai media, termasuk lukisan dari bulu unggas.
“Saya berterima kasih kepada Pak Firdaus Alamhudi yang telah menghadirkan banyak lukisan luar biasa di Balai Samudera,” ujar Laksamana Ali dalam sambutannya. Ia menambahkan, pameran ini merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan para prajurit TNI AL akan perjuangan dan dedikasi para pendahulu mereka.
Pameran “Padamu Negeri” ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 2 hingga 4 September 2024. Laksamana Ali menegaskan bahwa peringatan HUT TNI AL adalah momen penting yang harus dimaknai dengan baik oleh seluruh prajurit sebagai pengingat akan perjuangan dan pengorbanan para tokoh Angkatan Laut. Melalui lukisan-lukisan ini, Firdaus Alamhudi berhasil menangkap dan menyampaikan semangat serta dedikasi para prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Selain menampilkan lukisan-lukisan yang mengesankan, Firdaus Alamhudi juga mengadakan pelatihan seni lukis menggunakan media bulu unggas. Pelatihan ini terbuka untuk prajurit TNI AL, keluarga besar TNI AL, serta para pelajar, dengan tujuan melahirkan lebih banyak pelukis yang mahir menggunakan media lukis yang unik ini. Teknik melukis dengan bulu unggas sendiri telah dirintis oleh Firdaus sejak tahun 1975, dan hingga kini, ia berharap teknik tersebut semakin dikenal luas.
Dalam kesempatan yang sama, Firdaus Alamhudi menyampaikan apresiasinya kepada TNI AL yang telah memberikan ruang untuk menampilkan karya-karyanya. Ia menjelaskan bahwa teknik melukis dengan bulu unggas pada awalnya sering dianggap sebagai kerajinan, namun seiring waktu, karya-karyanya telah diakui sebagai bagian dari seni rupa yang berkualitas.
“Lukisan dengan media bulu unggas pada awalnya dianggap sebagai kerajinan, tetapi Alhamdulillah, kini karya saya sudah diakui sebagai seni rupa,” jelas Firdaus.






