Jakarta di Antara 50 Kota Maritim Terkemuka di Dunia Menurut Jurnal Leading Maritime Cities 2024

- Penulis

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta kota maritim dok. Kemenhub)

Jakarta kota maritim dok. Kemenhub)

RENTAK.ID – Jakarta masuk ke dalam daftar 50 kota maritim terkemuka di seluruh dunia berdasarkan jurnal berjudul Leading Maritime Cities 2024.

Demikian yang dirilis oleh Perusahaan Manajemen Risiko DNV GL dan Konsultan Menon Economis dengan sumber data berasal dari Clarkson Research, Selasa 15 Mei 2024.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, mengungkapkan bahwa dalam jurnal ini Jakarta menempati peringkat 1 sebagai Kota dengan Kantor Pusat Perusahaan Pelayaran terbanyak di dunia.

Jakarta memimpin indikator ini dengan 261 perusahaan pelayaran terdaftar di sana. Sebagian besar dari kapal-kapal tersebut adalah kapal berukuran kecil, yang beroperasi secara regional melayani kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Selain itu, Jakarta juga masuk ke dalam 15 besar pada 2 indikator lain, yakni Ukuran Armada (CGT) yang dimiliki oleh pemilik kapal yang terdaftar di kota tersebut, serta Ukuran Armada (CGT) dikendalikan oleh pemilik kapal yang terdaftar di kota tersebut,” kata Antoni.

Indikator-indikator inilah, menurut Antoni, yang membawa Jakarta masuk ke dalam 15 besar kota yang menjadi Pusat Pelayaran Utama di dunia, bersama dengan Singapura, Athena, Tokyo, Shanghai, Hamburg, London, Copenhagen, Rotterdam, Hongkong, Oslo, Seoul, Dubai, Beijing dan Maseille.

Pusat Pelayaran Utama ini merupakan salah satu dari 5 pilar yang digunakan untuk menentukan peringkat 50 Kota Maritim Terkemuka di Dunia.

“Banyaknya perusahaan pelayaran yang berlokasi di suatu kota tentunya dapat memberikan perspektif yang berbeda mengenai komunitas pelayaran dibandingkan dengan nilai kapal dan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Antoni menambahkan, jurnal Leading Maritime Cities 2024 ini sudah memasuki edisi ke-6 sejak dikeluarkan secara berkala setiap dua tahun sekali pada tahun 2012 lalu.

Pemeringkatan di dalam jurnal dilakukan berdasarkan kombinasi data-data objektif yang diperoleh melalui sumber-sumber internasional terkemuka dan penilaian subjektif dari para ahli untuk mengevaluasi dan membuat tolak ukur 50 Kota Maritim Terkemuka.

“Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan bottom-up, mengambil 15.000 kota yang mempunyai aktivitas maritim, untuk kemudian disaring menjadi 50 kota berdasarkan indikator objektif maritim terhadap 4 dari 5 Pilar, yakni Pusat Pelayaran, Keuangan dan Hukum Maritim, Teknologi Maritim, dan Pelabuhan dan Logistik,” terangnya.

Selanjutnya, penilaian subjektif dilakukan oleh 190 ahli maritim di seluruh dunia terhadap pilar ke-5, yakni Daya Tarik dan Daya Saing, untuk kemudian dikombinasikan dengan data objektif dan digunakan untuk menentukan peringkat 50 kota maritim terkemuka di dunia.

Antoni beranggapan, masuknya Jakarta sebagai salah satu dari 50 Kota Maritim Terkemuka di dunia ini, harus dijadikan dorongan dan motivasi bagi Indonesia untuk terus berbenah dan berkembang dalam industri maritim.

Apalagi penelitian mengungkapkan, bahwa pusat perdagangan internasional secara bertahap bergerak ke arah Timur atau Asia, dengan semakin banyaknya pemilik kapal yang bermunculan dari wilayah ini. Pergeseran ini tentunya diharapkan dapat mengangkat kota-kota maritim di Asia di dalam perdagangan maritim global.

“Oleh karenanya, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kapasitas kita, baik dalam hal inovasi teknologi, sumber daya manusia, serta kebijakan-kebijakan dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berwawasan lingkungan. Sehingga kemudian dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing yang bisa membawa tidak hanya Jakarta, namun kota-kota lain di Indonesia menjadi Kota Maritim Terkemuka di dunia,” tukasnya. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru