Bandara Abdul Haris Nasution: Berdampak Terhadap Potensi Ekonomi Kabupaten Mandailing Natal

- Penulis

Sabtu, 4 Mei 2024 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Abdul Haris Nasution (dok. Kemenhub)

Bandara Abdul Haris Nasution (dok. Kemenhub)

RENTAK.ID, MANDAILING NATAL – Kehadiran Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution akan Meningkatkan Potensi Ekonomi di Mandailing Natal.

Menhub, Budi Karya Sumadi, menjelaskan bahwa kehadiran Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution akan membantu meningkatkan potensi ekonomi Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terutama terlihat pada sektor pertambangan, perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, serta pertanian seperti padi.

“Keunikan Kabupaten Mandailing Natal seperti keanekaragaman budaya, sejarah, dan pesona alam yang menarik bagi wisatawan baik lokal maupun asing, akan semakin tergali dengan hadirnya bandara tersebut,” kata Menhub, Sabtu (4/5/2024).

Menurut Menhub, bandara ini merupakan upaya nyata dari Kementerian Perhubungan dalam membangun infrastruktur transportasi udara di Indonesia.

Pada Juni 2020, pembangunan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dimulai dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 434,5 miliar.

Bandara ini dilengkapi dengan runway berukuran 1.450 m x 30 m, taxiway yang mencapai 75 m x 15 m, apron dengan ukuran 105 m x 65 m, serta gedung terminal seluas 2.537 meter persegi dan dirancang mampu melayani pesawat ATR 72.

Tim Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) Wings Air (Lion Group) telah melakukan survei pada 1 April 2024 mengenai kesiapan fasilitas di Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution.

Rencananya, bandara tersebut akan melayani penerbangan dengan tujuan Medan, Padang, serta Pekanbaru untuk memangkas waktu perjalanan darat, yang biasanya memakan waktu 5-10 jam.

Dalam rancangan gedung terminal Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, terinspirasi dari Rumah Adat Bagas Godang, rumah tradisional Suku Mandailing.

Menhub juga menambahkan bahwa bandara ini akan diresmikan segera dan segera beroperasi dengan rute-rute yang telah ditentukan.

Bupati Mandailing Natal, HM. Jafar Sukhairi Nasution, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi, Direktur Bandara Udara, Lukman F. Laisa, dan Kepala Bandara UPBU Aek Godang, Abdul Rozak turut menghadiri kunjungan kerja Menhub tersebut.

Harapannya, kehadiran bandara ini nantinya bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Kabupaten Mandailing Natal.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru