Mencegah Penyebaran Hoax Kesehatan di Era Digital

- Penulis

Rabu, 3 Januari 2024 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info hoaks dari Kemnakes RI. (ist)

Info hoaks dari Kemnakes RI. (ist)

RENTAK.ID – Halo #Healthies, Kita semua sepakat bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting. Namun, saat ini, kita dihadapkan dengan tantangan baru yang timbul di era digital: Hoaks kesehatan! Hoaks seolah-olah merajalela dan seringkali membingungkan banyak orang.

Demikian bunyi rilis Kementeria Kesehatan RI vila Saluran WhatSapp Rabu (3/1/2023) menyebut, belakangan ini, beredar iklan obat prostat di Facebook yang mencatut foto Eks Menkes Nila Moeloek untuk promosi produknya.

“Namun, perlu kita ketahui bahwa faktanya eks Menkes Nila Moeloek tidak pernah endorse produk kesehatan apapun di media sosial. Jadi, dipastikan bahwa iklan tersebut tidak benar ya, walaupun terlihat meyakinkan,” demikian tulis rilis tersebut.

Ini bukan kejadian pertama dari hoaks kesehatan, tapi dengan perkembangan teknologi dan media sosial, hal seperti ini dapat dengan mudah menyebar dan mempengaruhi banyak orang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih waspada dan selalu mengutamakan informasi yang benar dan akurat.

Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran hoax kesehatan dan memastikan informasi yang kita dapatkan valid:

Periksa sumber informasi yang kita dapatkan Sebelum mempercayai informasi yang kita dapatkan, pastikan terlebih dahulu bahwa sumbernya valid dan terpercaya. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari ahli atau lembaga yang telah terverifikasi.

Periksa dengan sumber lain Periksa kembali informasi yang kita terima dengan mencari sumber lain. Kita dapat mengecek informasi dengan melakukan pencarian di mesin pencari atau media sosial yang terpercaya.

Hindari terburu-buru dalam melakukan pembagian informasi Sebelum membawa informasi kepada orang lain, pastikan informasinya valid dan sudah dipastikan kebenarannya. Hal ini sangat penting agar penyebaran hoaks kesehatan tidak semakin meluas dan merugikan banyak orang.

Sebagai #Healthies, kita harus tanggap dengan permasalahan hoax kesehatan yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Mari kita bersama-sama berperan aktif untuk mencegah penyebaran hoax kesehatan dengan cara menyaring informasi yang beredar dan membagikan hanya informasi yang valid dan terpercaya. Jangan sampai jatuh pada hoax akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

“Ingat, kesehatan adalah hal yang sangat penting. Yuk bersama-sama menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran hoax kesehatan,” tutup rilis itu. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru