Kepala BP2MI Terima Aduan Ketidaksesuaian Gaji PMI Visa E-7 Dari Sebesar 30-35 juta Jadi 25 Juta di Korea Selatan

- Penulis

Selasa, 10 Oktober 2023 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benny Rhamdani saat bertemu PMI di Korea Selatan

Benny Rhamdani saat bertemu PMI di Korea Selatan

RENTAK.ID – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan melalui skema P to P (Private to Private) menggunakan visa E-7, mengeluhkan ketidaksesuaian gaji yang diberikan oleh perusahaan.

Hal ini disampaikan puluhan Pekerja Migran Indonesia kepada Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dan rombongan, saat mengunjungi tempat tinggal dan tempat kerja Pekerja Migran Indonesia visa E-7 di perusahaan Hyundai, di Kota Ulsan, dalam rangka kunjungan kerja BP2MI di Korea Selatan, Senin (9/10/2023).

Diketahui, P3MI yang memberangkatkan ini menjanjikan gaji sebesar 30-35 juta rupiah per bulan kepada pekerja migran. Namun kenyataannya, para Pekerja Migran Indonesia digaji per jam sesuai dengan jumlah jam kerja mereka, yaitu hanya sekitar 25 juta per bulan.

“Bahkan untuk mencapai gaji yang dijanjikan mereka itu susah, karena jam kerja tidak bisa sebanyak itu,” kata Brnny dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023).

Mereka juga mengatakan, ada biaya pemotongan untuk tempat tinggal, yang mana dijanjikan di awal oleh P3MI bahwa tempat tinggal itu diberikan secara gratis. Selain itu, ada potongan per bulan untuk biaya penempatan selama 6 bulan, yang beberapa di antaranya dengan jumlah cukup fantastis.

Benny menjelaskan, jumlah biaya penempatan untuk skema P to P dengan visa E-7, telah diatur dalam Keputusan BP2MI Nomor 410 Tahun 2022 bahwa Cost Structure-nya sebesar Rp 42.934.545 dengan 10 jenis komponenen biaya di dalamnya.

Di samping itu, Pekerja Migran Indonesia juga mengeluhkan mengenai minimnya fasilitas untuk menjalankan ibadah sholat di tempat kerja. Serta menu makanan yang disediakan oleh perusahan dirasa kurang bisa diterima oleh para Pekerja Migran Indonesia.

Atas keluhan-keluhan ini, Christian, yang merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia yang juga menjadi penyambung komunikasi antara Pekerja Migran Indonesia dan perusahaan Hyundai, langsung mendiskusikan keluhan tersebut kepada pihak Hyundai. Merespon cepat atas keluhan tersebut, Hyundai berencana untuk membangun asrama baru khusus bagi Pekerja Migran Indonesia, serta akan menyediakan makanan dengan menu masakan Indonesia bagi Pekerja Migran Indonesia.

“Saya apresiasi perusahaan Hyundai yang telah merespon keluhan Pekerja Migran Indonesia, alhamdulillah kunjungan kerja saya ke Korea ini bermanfaat bagi Pekerja Migran Indonesia,” tutup Benny.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru