Al Washliyah Serukan Kader Siaga Bela Negara, Ini 5 Tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia

- Penulis

Minggu, 8 November 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis (foto. kabarwashliyah.com)

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis (foto. kabarwashliyah.com)

JAKARTA – Seruan membela negara digaungkan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) menjelang Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Organisasi Islam yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia itu meminta seluruh kadernya bersatu menjaga keutuhan bangsa dan mengawal negara dari berbagai ancaman.

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, menegaskan bahwa komitmen membela Indonesia merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan organisasi tersebut sejak didirikan di Medan, Sumatera Utara, pada 30 November 1930.

Menurut Masyhuril, tanggung jawab menjaga bangsa tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam.

Ia pun menyerukan konsolidasi seluruh kekuatan Al Washliyah, mulai dari kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dai, muslimat hingga angkatan putri.

“Jangan biarkan negara ini hancur akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Wahai pemuda, pelajar, mahasiswa Al Washliyah, bersiaplah membela bangsa dan negara,” kata Masyhuril di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah membersihkan negara dari pihak-pihak yang dianggap mengkhianati kepentingan bangsa.

“Al Washliyah mendukung pemerintah membersihkan negara ini dari orang-orang pengkhianat,” ujarnya.

Lima Tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia

Seruan PB Al Washliyah tersebut sejalan dengan agenda Aksi Rakyat Bela Indonesia yang digelar pimpinan sejumlah ormas Islam di halaman Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026).

Aksi dijadwalkan dimulai dengan salat Subuh berjemaah. Ada lima persoalan utama yang akan disuarakan dalam kegiatan tersebut.

Kelima tuntutan itu meliputi penguatan persatuan bangsa, perlindungan kedaulatan negara, pengelolaan sumber daya nasional, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945, serta penegakan hukum secara konsisten sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).

Dalam pertemuan pimpinan ormas Islam di Jakarta, Sabtu (7/11/2026), PB Al Washliyah diwakili Ketua PB Al Washliyah, Dr. H. Julian Lukman, Lc., MA. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyampaian lima tuntutan yang akan dibawa dalam aksi.

Bagi Al Washliyah, keterlibatan dalam agenda tersebut menjadi salah satu bentuk tanggung jawab organisasi dalam menyuarakan persoalan kebangsaan sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: kabarwashliyah.com

Berita Terkait

Jalur Penyelamat KM 91 Cipularang Diperbaiki hingga Desember, Pengendara Diminta Waspada
BSU 2026 Cair Rp900 Ribu, Ini Syarat Pekerja yang Berhak Menerima
Buruh Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo hingga 2029, Ini Empat Isi Ikrarnya
Karhutla 2026 Ancam Ekonomi RI, Kerugian Diperkirakan Tembus Rp167 Triliun
Bukan Cuma Curi Data, Disinformasi AI Kini Ancam Kesehatan Mental Masyarakat
Somalia Lirik Kerja Sama Pertanian dengan Indonesia, Tertarik Belajar Strategi Swasembada Pangan
Kemacetan Bitung Tangerang Segera Terurai? Proyek Underpass Sudah 70,7 Persen
Ribuan Buruh Bakal Berkumpul di Monas, Gelar Ikrar Jaga Persatuan dan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:59 WIB

Al Washliyah Serukan Kader Siaga Bela Negara, Ini 5 Tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia

Minggu, 8 November 2026 - 07:47 WIB

Jalur Penyelamat KM 91 Cipularang Diperbaiki hingga Desember, Pengendara Diminta Waspada

Sabtu, 7 November 2026 - 15:22 WIB

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu, Ini Syarat Pekerja yang Berhak Menerima

Sabtu, 7 November 2026 - 13:49 WIB

Buruh Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo hingga 2029, Ini Empat Isi Ikrarnya

Sabtu, 7 November 2026 - 10:55 WIB

Karhutla 2026 Ancam Ekonomi RI, Kerugian Diperkirakan Tembus Rp167 Triliun

Berita Terbaru