JAKARTA – Seruan membela negara digaungkan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) menjelang Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Organisasi Islam yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia itu meminta seluruh kadernya bersatu menjaga keutuhan bangsa dan mengawal negara dari berbagai ancaman.
Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, menegaskan bahwa komitmen membela Indonesia merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan organisasi tersebut sejak didirikan di Medan, Sumatera Utara, pada 30 November 1930.
Menurut Masyhuril, tanggung jawab menjaga bangsa tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam.
Ia pun menyerukan konsolidasi seluruh kekuatan Al Washliyah, mulai dari kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dai, muslimat hingga angkatan putri.
“Jangan biarkan negara ini hancur akibat ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Wahai pemuda, pelajar, mahasiswa Al Washliyah, bersiaplah membela bangsa dan negara,” kata Masyhuril di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah membersihkan negara dari pihak-pihak yang dianggap mengkhianati kepentingan bangsa.
“Al Washliyah mendukung pemerintah membersihkan negara ini dari orang-orang pengkhianat,” ujarnya.
Lima Tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia
Seruan PB Al Washliyah tersebut sejalan dengan agenda Aksi Rakyat Bela Indonesia yang digelar pimpinan sejumlah ormas Islam di halaman Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026).
Aksi dijadwalkan dimulai dengan salat Subuh berjemaah. Ada lima persoalan utama yang akan disuarakan dalam kegiatan tersebut.
Kelima tuntutan itu meliputi penguatan persatuan bangsa, perlindungan kedaulatan negara, pengelolaan sumber daya nasional, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945, serta penegakan hukum secara konsisten sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
Dalam pertemuan pimpinan ormas Islam di Jakarta, Sabtu (7/11/2026), PB Al Washliyah diwakili Ketua PB Al Washliyah, Dr. H. Julian Lukman, Lc., MA. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyampaian lima tuntutan yang akan dibawa dalam aksi.
Bagi Al Washliyah, keterlibatan dalam agenda tersebut menjadi salah satu bentuk tanggung jawab organisasi dalam menyuarakan persoalan kebangsaan sekaligus menjaga persatuan Indonesia.
Penulis : lazir
Editor : ameri
Sumber Berita: kabarwashliyah.com






