JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hampir merampungkan pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek yang mencakup gedung asrama, ruang pendidikan, dan masjid tersebut kini mencapai progres konstruksi 98,77 persen.
Pembangunan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi itu ditargetkan selesai pada Desember 2026. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan memadai bagi para santri.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Upaya ini juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia,” tutur Dody, Jumat (30/10/2026).
Dalam proyek tersebut, Kementerian PU membangun gedung asrama dan ruang pendidikan setinggi lima lantai serta masjid empat lantai. Seluruh fasilitas dirancang untuk mengintegrasikan kebutuhan tempat tinggal, kegiatan belajar, dan pembinaan keagamaan dalam satu kawasan pesantren.
Secara keseluruhan, gedung pesantren dirancang mampu menampung 929 orang, terdiri atas santri jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah serta para ustaz. Sementara ruang belajar disiapkan dengan kapasitas 792 orang.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Gusti Agung Ari Wibowo, menjelaskan bahwa pembangunan masjid juga menjadi bagian penting dari penataan fasilitas pesantren.
Masjid empat lantai tersebut dirancang mampu menampung 1.160 jamaah. Kapasitas lantai pertama sebanyak 302 jamaah, sedangkan lantai kedua hingga keempat masing-masing dapat menampung 286 jamaah.
“Masjid ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi warga pesantren,” kata Ari.
Dari sisi konstruksi, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny didukung dokumen Detail Engineering Design (DED) yang mencakup perencanaan fondasi, struktur bangunan, arsitektur, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP).
Tahapan pekerjaan meliputi penyiapan lahan, pemasangan tiang pancang, pengecoran fondasi dan pile cap, pembangunan struktur atas, pekerjaan arsitektur, serta pemasangan sistem MEP.
“Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bangunan memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan sebelum dimanfaatkan,” ujar Ari.
Pekerjaan konstruksi dimulai pada Desember 2025. Dengan progres yang telah mencapai 98,77 persen, proyek kini memasuki tahap akhir sebelum ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Melalui pembangunan ini, Kementerian PU berharap Ponpes Al-Khoziny memiliki fasilitas pendidikan yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas para santri. Selain mendukung proses belajar mengajar, keberadaan gedung baru tersebut diharapkan memperkuat pembinaan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kehidupan keagamaan di lingkungan pesantren.
Penulis : dafri jh
Editor : ami






