Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PU mempercepat penanganan banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (foto. pu)

PU mempercepat penanganan banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (foto. pu)

TAPANULI TENGAH – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dengan memperkuat tanggul sungai, mengerahkan alat berat, hingga mengirimkan 10 unit hunian sementara (huntara) untuk mendukung pemulihan warga terdampak.

Langkah darurat ini dilakukan menyusul banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu di perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara pada Jumat (23/10/2026). Banjir berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tukka, Badiri, dan Pandan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga diarahkan untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujar Dody, Senin (26/10/2026).

Perbaikan Tanggul Sungai Tukka dan Silaga-laga

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Kementerian PU mengerahkan satu unit excavator PC 200 untuk memperbaiki sekaligus meninggikan tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon dan Sungai Silaga-laga di Desa Sipange.

Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat tanggul agar mampu menahan aliran sungai dan memberikan perlindungan lebih baik bagi kawasan permukiman di sekitarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sistem sungai dan tanggul yang melintasi Kelurahan Bonalumban, Tukka, Hutanabolon, dan Sibuluan. Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi titik rawan limpasan serta menentukan lokasi yang harus diprioritaskan dalam penanganan.

Hasil pemeriksaan teknis akan menjadi dasar penentuan kebutuhan perbaikan, baik untuk penanganan darurat maupun penguatan infrastruktur dalam jangka panjang.

Kirim 10 Huntara dan Mobil Tangki Air

Selain memperbaiki infrastruktur sungai, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara juga memobilisasi sarana pendukung untuk membantu masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut meliputi satu unit mobil tangki air dan satu unit dump truck yang membawa 10 unit huntara menuju Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kementerian PU turut berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Tapanuli Tengah untuk memastikan dukungan distribusi air bersih bagi warga. Satu unit mobil tangki air dipinjamkan kepada PDAM agar dapat digunakan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah penanganan dampak banjir.

Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memeriksa kondisi infrastruktur sumber daya air, memetakan titik rawan banjir, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan.

Koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan berjalan terpadu, terutama dalam melindungi permukiman, menjaga keselamatan warga, dan memulihkan fungsi infrastruktur dasar.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras masih mengguyur wilayah hulu.

Warga juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan petugas di lapangan. Jika debit air sungai meningkat secara tiba-tiba, masyarakat diminta segera menjauhi alur sungai untuk menghindari risiko bahaya.

Kementerian PU menyatakan akan melanjutkan dukungan penanganan banjir di Tapanuli Tengah sesuai kewenangan dan hasil koordinasi dengan instansi terkait. Upaya tersebut mencakup penanganan darurat hingga penyiapan perbaikan infrastruktur secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Penulis : dafri jh

Editor : ami

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat
MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Bukan Sekadar Organisasi, Irman Gusman Ingin Muhammadiyah NTT Jadi Pusat Inovasi
Asap Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Penerbangan, DPR Soroti Sanksi 32 Perusahaan
Menag Nasaruddin Umar Bawa Misi Perdamaian Indonesia ke Forum Dunia di Italia
Bukan Cuma Cari Kerja, Menaker Yassierli Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Kementerian PU Bina 41.824 Pekerja Konstruksi, Surabaya Catat Angka Tertinggi
3.000 Anak Muda Ramaikan Merah Muda Fest 2026, Ada Aksi Kreatif hingga Donasi Karhutla

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:27 WIB

MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Bukan Sekadar Organisasi, Irman Gusman Ingin Muhammadiyah NTT Jadi Pusat Inovasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Asap Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Penerbangan, DPR Soroti Sanksi 32 Perusahaan

Berita Terbaru