Menag Nasaruddin Umar Bawa Misi Perdamaian Indonesia ke Forum Dunia di Italia

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar (dok. rentak.id)

Menag Nasaruddin Umar (dok. rentak.id)

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa misi diplomasi keagamaan Indonesia ke forum perdamaian dunia Sant’Egidio Meetings for Peace di Assisi, Italia, pada 25–27 Oktober 2026. Dalam pertemuan yang dihadiri pemimpin agama, tokoh politik, dan masyarakat sipil dari berbagai negara itu, Indonesia akan mendorong dialog lintas agama menjadi aksi nyata untuk kemanusiaan.

“Saatnya kita menjadikan bahasa agama sebagai bahasa diplomasi untuk perdamaian, untuk kemanusiaan, dan juga untuk lingkungan,” kata Nasaruddin sebelum bertolak ke Italia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (24/10/2026).

Menag yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut dijadwalkan menyampaikan pidato dalam dua forum utama. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian internasional.

Pertemuan tahunan yang digagas Komunitas Sant’Egidio itu mengusung tema Unarmed and Disarming Peace. Forum ini menjadi ruang pertemuan lintas agama dan lintas negara untuk mencari jalan keluar atas konflik serta krisis kemanusiaan yang masih melanda berbagai belahan dunia.

Menag Dorong Dialog Lintas Agama Jadi Aksi Nyata

Pada 25 Oktober 2026, Nasaruddin dijadwalkan berbicara dalam Opening Assembly – Unarmed and Disarming Peace di Umbria Fiere, Assisi. Ia akan menyampaikan pidato pembukaan bersama lima tokoh agama dunia.

Sehari berikutnya, Menag akan menyampaikan pidato utama dalam forum Prayer, Dialogue and Peace: The Legacy of Assisi di Casa, Assisi, bersama tujuh tokoh agama dunia.

Dalam kedua kesempatan tersebut, Nasaruddin akan membawa pesan bahwa dialog antarumat beragama tidak cukup berhenti pada pernyataan bersama atau dokumen kesepakatan. Dialog harus diwujudkan dalam langkah konkret untuk memperkuat solidaritas, kemanusiaan, dan perdamaian.

“Saya akan membawa pesan bahwa dialog lintas agama tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kesepakatan di atas kertas, melainkan harus ditransformasikan menjadi aksi kemanusiaan yang nyata,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman dan membangun harmoni antarumat beragama dapat menjadi salah satu contoh bagaimana perbedaan dikelola untuk mendukung kehidupan yang damai.

Misi tersebut juga melanjutkan komitmen Indonesia melalui Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani bersama Paus Fransiskus pada 2024. Deklarasi itu menjadi salah satu landasan kerja sama dalam mendorong dialog antaragama dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan serta lingkungan.

Bertepatan dengan 40 Tahun Hari Doa Sedunia untuk Perdamaian

Pertemuan Assisi 2026 memiliki arti khusus karena bertepatan dengan peringatan 40 tahun Hari Doa Sedunia untuk Perdamaian, yang pertama kali dicetuskan Paus Yohanes Paulus II pada 1986.

Rangkaian kegiatan akan mencakup 24 forum tematik yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari latar belakang agama, politik, budaya, dan masyarakat sipil.

Acara dijadwalkan ditutup pada 27 Oktober 2026 melalui upacara perdamaian di Basilika Inferiore, Assisi, bersama Paus Leo XIV.

“Melalui keikutsertaan ini, Indonesia menegaskan kembali perannya sebagai jembatan perdamaian dunia, mendorong pesan bahwa di tengah maraknya konflik global, perdamaian yang tulus dan tanpa kekerasan adalah hal yang selalu mungkin untuk diwujudkan,” kata Nasaruddin.

Staf Ahli Menteri Agama sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Adiyarto Sumardjono, turut mendampingi kunjungan tersebut.

Adiyarto mengatakan, kehadiran Nasaruddin dalam rangkaian kegiatan itu juga menjadi momentum untuk memperkuat implementasi Deklarasi Istiqlal melalui kerja sama konkret dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Bahas Kerja Sama dengan Vatikan, Indonesia Ingin Undang Paus Leo XIV

Selain menghadiri forum perdamaian di Assisi, Nasaruddin dijadwalkan melakukan sejumlah agenda diplomatik di Roma dan Vatikan.

Salah satunya adalah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Takhta Suci Vatikan untuk membahas peluang kerja sama antarnegara, terutama dalam penguatan dialog lintas agama.

Dalam pertemuan tersebut, Menag juga akan menyampaikan keinginan Indonesia untuk mengundang Paus Leo XIV berkunjung ke Tanah Air. Kunjungan itu diharapkan dapat memberi kesempatan kepada pemimpin Gereja Katolik tersebut untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam serta perkembangan kehidupan beragama di Tanah Air.

Agenda lainnya adalah penjajakan kerja sama dengan PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d’Islamistica), lembaga kepausan yang berfokus pada studi Arab dan Islam.

Menurut Adiyarto, lembaga tersebut memiliki perhatian terhadap kajian teologi, budaya Arab, serta dialog antara umat Islam dan Kristen. PISAI juga memiliki koleksi perpustakaan berupa naskah dan kitab-kitab Islam dalam jumlah besar.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kajian keislaman sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara umat beragama,” kata Adiyarto.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Indonesia berupaya memperluas diplomasi keagamaan, memperkuat hubungan dengan Vatikan, dan mendorong agar komitmen perdamaian tidak berhenti pada forum internasional, tetapi berlanjut dalam kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dunia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara
Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat
MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Bukan Sekadar Organisasi, Irman Gusman Ingin Muhammadiyah NTT Jadi Pusat Inovasi
Asap Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Penerbangan, DPR Soroti Sanksi 32 Perusahaan
Bukan Cuma Cari Kerja, Menaker Yassierli Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Kementerian PU Bina 41.824 Pekerja Konstruksi, Surabaya Catat Angka Tertinggi
3.000 Anak Muda Ramaikan Merah Muda Fest 2026, Ada Aksi Kreatif hingga Donasi Karhutla

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:27 WIB

MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Bukan Sekadar Organisasi, Irman Gusman Ingin Muhammadiyah NTT Jadi Pusat Inovasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Asap Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Penerbangan, DPR Soroti Sanksi 32 Perusahaan

Berita Terbaru