Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susana cafe yang ramai menggunakan QR Code sebagai alat transaksi (ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

Susana cafe yang ramai menggunakan QR Code sebagai alat transaksi (ilustrasi dibikin ai - rentak.id)

LUMAJANG — Hampir tidak ada hari tanpa QR Code. Teknologi berbentuk kotak hitam-putih itu kini mudah ditemui di berbagai tempat, mulai dari tiket perjalanan, informasi produk, tautan digital, hingga pembayaran di warung dan pusat perbelanjaan.

Namun, di balik penggunaannya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, QR Code ternyata tidak lahir untuk dunia pembayaran digital. Teknologi ini awalnya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri otomotif.

QR Code atau Quick Response Code pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh DENSO WAVE pada 1994. Salah satu tokoh penting di balik pengembangannya adalah Masahiro Hara, yang saat itu memimpin tim pengembangan teknologi tersebut.

Mengutip sejarah resmi DENSO WAVE, QR Code dirancang sebagai kode dua dimensi yang mampu menyimpan informasi lebih banyak dibandingkan barcode konvensional. Selain itu, informasi di dalamnya dapat dibaca dengan cepat.

Teknologi tersebut pada awalnya digunakan dalam industri otomotif, termasuk untuk mendukung sistem electronic Kanban. Sistem ini membantu pengelolaan proses produksi serta distribusi komponen kendaraan agar lebih efisien.

Perjalanan QR Code kemudian berkembang jauh melampaui lingkungan pabrik otomotif.

Teknologi tersebut mulai dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama pengelolaan informasi produk dan traceability. Kemampuan menyimpan data dalam bentuk dua dimensi membuat QR Code semakin relevan ketika kebutuhan pertukaran informasi berkembang.

Salah satu keputusan penting yang ikut mendorong popularitas QR Code adalah langkah DENSO WAVE membuka spesifikasinya untuk penggunaan secara luas.

DENSO WAVE menyatakan QR Code dapat digunakan secara bebas selama memenuhi standar yang berlaku. Perusahaan tersebut memang tetap memiliki sejumlah hak paten terkait teknologi QR Code, tetapi tidak memungut biaya lisensi untuk penggunaan yang mengikuti standar JIS maupun ISO.

Pada 2000, QR Code juga mendapatkan pengakuan sebagai salah satu standar internasional ISO. Sejak saat itu, penggunaannya semakin berkembang dan menyebar ke berbagai negara serta sektor industri.

Transformasi QR Code semakin terlihat ketika teknologi tersebut masuk ke sektor pembayaran.

Di Indonesia, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengembangkan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR Code.

QRIS diluncurkan secara resmi pada 17 Agustus 2019. Implementasinya kemudian berlaku secara nasional mulai 1 Januari 2020.

Kehadiran QRIS membuat masyarakat tidak harus menggunakan banyak kode QR dari berbagai penyedia pembayaran. Dengan satu standar QRIS, transaksi dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung layanan tersebut.

Bagi pelaku usaha, sistem ini juga menyederhanakan penerimaan pembayaran digital karena tidak perlu menyediakan banyak QR Code untuk masing-masing penyedia layanan.

Perjalanan QR Code pun menjadi contoh bagaimana sebuah teknologi bisa berkembang jauh dari tujuan awal penciptaannya.

Teknologi yang dahulu membantu industri otomotif mengelola komponen kendaraan kini telah berubah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Masyarakat dapat menggunakannya untuk membayar makanan, berbelanja, membeli tiket, mengakses informasi, hingga membuka berbagai layanan digital.

Dari lantai produksi otomotif hingga layar ponsel konsumen, QR Code menunjukkan bagaimana sebuah inovasi dapat terus beradaptasi mengikuti kebutuhan zaman.

Fakta Singkat QR Code
Dikembangkan: 1994
Pengembang: DENSO WAVE
Tokoh utama pengembangan: Masahiro Hara
Penggunaan awal: Industri otomotif dan pengelolaan komponen
QR: Singkatan dari Quick Response
Menjadi standar internasional ISO: 2000
QRIS Indonesia diluncurkan: 17 Agustus 2019
Implementasi QRIS secara nasional: 1 Januari 2020

Penulis : atz

Editor : ameri

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026
Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya
KAI Daop 1 Peringati Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Gambir
Manfaat Talas untuk Penderita Diabetes, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Aman
Waspada! HP Panas dan Baterai Boros Bisa Jadi Tanda Saldo Dikuras APK Jahat
Kamera Galaxy S26 Punya Fitur Rahasia! Konten Kreator Pasti Pindah dari S25

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 4 September 2026 - 21:41 WIB

Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru