Rp3 Triliun untuk Motor Listrik Disorot, Djoko Setijowarno: Lebih Baik Perkuat Bus Listrik

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Listrik melintas di kota Jakarta (foto. ist)

Bus Listrik melintas di kota Jakarta (foto. ist)

JAKARTA — Kebijakan transisi energi di sektor transportasi dinilai masih lebih berpihak pada kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno meminta pemerintah mengubah arah kebijakan tersebut.

Menurut Djoko, subsidi kendaraan listrik seharusnya lebih banyak diarahkan untuk memperkuat transportasi umum, khususnya bus listrik.

“Transisi energi transportasi jangan hanya diarahkan pada pergantian kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Transportasi umum harus menjadi prioritas karena dampaknya jauh lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Djoko, Sabtu (12/9/2026)

Dia menyoroti kebijakan pemerintah yang memberikan insentif PPN dari 11 persen menjadi 1 persen untuk bus listrik dengan TKDN minimal 40 persen. Namun, harga bus listrik yang masih tinggi membuat pemerintah daerah kesulitan mengadopsinya.

Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp3 triliun berupa subsidi Rp3 juta per unit untuk mendorong target 1 juta sepeda motor listrik.

“Rp3 triliun untuk subsidi sepeda motor listrik sebenarnya dapat menjadi modal untuk membiayai dan mengembangkan transportasi umum di sekitar 120 kota di Indonesia,” ujarnya.

Djoko mencatat, hingga kini baru 46 dari 552 pemerintah daerah atau sekitar 8,3 persen yang mengembangkan transportasi umum dengan skema Buy The Service (BTS). Program tersebut mencakup 13 dari 38 provinsi.

Program Teman Bus melalui skema BTS telah mendapat pendanaan APBN sejak 2020. Anggarannya mencapai Rp51,83 miliar pada 2020, meningkat menjadi Rp582,98 miliar pada 2023, kemudian turun menjadi Rp437,89 miliar pada 2024, Rp177,49 miliar pada 2025, dan Rp82,67 miliar pada 2026.

Djoko menilai bus listrik memberikan manfaat lebih luas dibandingkan motor listrik pribadi. Selain menekan emisi, bus listrik dapat mengurangi kemacetan karena satu bus berkapasitas besar mampu menggantikan perjalanan puluhan sepeda motor.

“Ketika pengguna kendaraan roda dua beralih ke transportasi umum, risiko kecelakaan lalu lintas juga dapat ditekan,” katanya.

Dia juga menunjuk sejumlah negara seperti Tiongkok, India, Jerman, Prancis, hingga Amerika Serikat yang memberikan dukungan khusus bagi pengadaan bus listrik.

Menurut Djoko, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi transportasi akan lebih efektif jika angkutan umum ditempatkan sebagai prioritas.

“Kalau ingin transisi energi transportasi memberikan manfaat yang besar, orientasinya harus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, bukan sekadar mengganti mesin bensin dengan motor listrik,” ujarnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru